Tradisi Ngabuburit saat Ramadhan: Bagaimana Pandangan Islam?

  • 10 Mar 2026 16:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tradisi ngabuburit menjadi salah satu kebiasaan yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada kegiatan menunggu waktu berbuka puasa yang biasanya diisi dengan berbagai aktivitas bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keagamaan, berjalan santai, hingga berburu takjil di pasar Ramadan.

Di berbagai daerah, ngabuburit tidak sekadar menjadi aktivitas menunggu waktu magrib, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Suasana sore hari menjelang berbuka biasanya dipenuhi masyarakat yang berkumpul di taman, masjid, maupun pusat kuliner Ramadan.

Menurut Drs. H. Mas’ud Yahya, M.Pd.I, tradisi ngabuburit pada dasarnya diperbolehkan selama diisi dengan kegiatan yang positif dan tidak melalaikan ibadah. Ia menegaskan bahwa waktu menjelang berbuka merupakan kesempatan yang baik untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ngabuburit boleh saja dilakukan karena itu bagian dari budaya masyarakat. Ini kan ungkapan rasa senang menjelang berbuka. Namun yang terpenting adalah bagaimana waktu tersebut diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau mengikuti pengajian,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu selama Ramadan dengan sebaik-baiknya, karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

Dalam Islam sendiri terdapat dalil yang mendorong umat untuk bersegera berbuka puasa ketika waktunya telah tiba. Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menunggu waktu berbuka merupakan bagian dari ibadah puasa, sehingga sebaiknya diisi dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan tentang kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadan sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Drs. H. Mas’ud Yahya, M.Pd.I menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ngabuburit hendaknya diarahkan pada aktivitas yang memperkuat nilai spiritual dan sosial.

“Jika ngabuburit diisi dengan kegiatan positif, seperti berbagi takjil, membantu sesama, atau menghadiri kajian, maka tradisi ini justru menjadi sarana memperkuat nilai keislaman dan kebersamaan di masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, tradisi ngabuburit dapat menjadi bagian dari budaya Ramadan yang tetap selaras dengan ajaran Islam. Selama dilakukan secara bijak dan tidak melalaikan ibadah, kegiatan ini dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....