Penyebab Gen Z Mudah Resign
- 23 Feb 2026 22:22 WIB
- Madiun
Kebiasaan berpindah-pindah tempat kerja kini semakin lekat dengan citra Generasi Z (Gen Z). Meski sering dianggap sebagai generasi yang sulit mempertahankan komitmen jangka panjang, pandangan ini ternyata perlu ditinjau ulang. Dosen Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam sesi dialog bersama Pro2 RRI Madiun menilai bahwa mobilitas tinggi para pekerja muda ini memiliki landasan strategis yang kuat dalam pengembangan karier mereka di masa depan.
Mengutip dari goodstats.id terkait survei yang dilakukan Deloitte pada tahun 2025 menunjukkan bahwa 21% Gen Z telah meninggalkan jalur karier atau industri yang mereka rencanakan sejak awal demi mencapai tujuan hidup yang lebih luas. Survei tersebut juga merinci alasan di balik perpindahan ini, di antaranya kebutuhan akan jam kerja fleksibel (25%), peluang perkembangan karier yang lebih baik (23%), perubahan minat (23%), hingga pencarian makna hidup yang lebih mendalam (14%).
Dr. Linda Yuhanna menjelaskan masa kerja minimal lima tahun sering dianggap sebagai titik aman bagi seorang karyawan. Namun, tren saat ini menunjukkan pergeseran yang cukup kontras. Menurutnya, Gen Z cenderung tidak ragu untuk segera berpindah jika merasa ekspektasi mereka terhadap tempat kerja tidak terpenuhi, terutama dalam hal kepuasan batin dan lingkungan kerja.
Dr. Linda juga mengungkapkan mengenai dampak positif dari kebiasaan berpindah kerja ini. "Ada satu fakta menarik berdasarkan riset, bahwa orang-orang yang suka loncat pekerjaan itu jenjang kenaikannya jauh lebih cepat daripada yang bertahan di satu lokasi kerja saja," ungkapnya. Hal ini membuktikan bahwa strategi job hopping bagi sebagian orang justru menjadi akselerator dalam mendaki tangga karier.
Lebih lanjut, Dr. Linda menekankan bahwa perpindahan tersebut bukan sekadar soal pelarian, melainkan bentuk pemasaran diri. "Dengan adanya pindah-pindah tadi, mereka bisa menjual pengalaman mereka di tempat kerja yang lalu untuk ditampilkan di tempat kerja yang baru," tambahnya. Pengalaman yang beragam dari berbagai instansi dianggap sebagai nilai tambah yang membuat posisi Gen Z menjadi lebih kuat di perusahaan baru.
Meskipun generasi pendahulu sering memandang perilaku ini sebagai ketidakmampuan menjaga komitmen, Dr. Linda melihat adanya dorongan emosional yang kuat terkait kebahagiaan di tempat kerja. Baginya, Gen Z adalah generasi yang sangat memprioritaskan kesehatan mental dan kepuasan personal. Jika sebuah lokasi kerja sudah mulai tidak nyaman dan tidak lagi memberikan kebahagiaan, mereka tidak akan segan untuk mencari peluang di tempat lain.
Fenomena perpindahan kerja di kalangan Gen Z lebih didorong oleh faktor struktural dan profesional daripada sekadar rasa bosan atau urusan gaji. Dengan kombinasi antara ambisi perkembangan karier yang cepat dan pencarian lingkungan kerja yang lebih manusiawi, Gen Z tengah mendefinisikan ulang standar kesetiaan karyawan di era modern yang serba cepat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....