Wakil Kepala BGN Dorong UMKM dan Peternak Magetan Masuk Rantai Pasok MBG

  • 01 Jun 2026 18:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mendorong pelaku usaha mikro, petani, peternak, dan koperasi di Kabupaten Magetan untuk terlibat aktif dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan agar program unggulan pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Nanik saat menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan di kawasan wisata Refugia, Senin (1/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, BGN juga berdialog dengan ratusan pelaku usaha dan meninjau pasar guna memantau kondisi harga pangan.

Menurut Nanik, konsep pelaksanaan MBG kini diarahkan lebih adaptif dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di masing-masing daerah. Dengan demikian, kebutuhan dapur MBG dapat menjadi peluang pasar bagi produk lokal.

"Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berbicara tentang pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kami ingin program ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok kebutuhan pangan," ujar Nanik.

Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional terus mendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan pembelian bahan baku dari pelaku usaha yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.

"Belanja kebutuhan MBG harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Karena itu kami mendorong SPPG bermitra dengan pemasok lokal agar perputaran ekonomi terjadi di daerah," katanya.

Nanik menambahkan, model pemberdayaan ekonomi melalui MBG telah diterapkan di sejumlah daerah dan mendapat respons positif. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu solusi untuk membantu menyerap hasil produksi masyarakat ketika terjadi kelebihan pasokan di pasar.

Sementara itu, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyambut baik kebijakan BGN yang membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk menjadi bagian dari program MBG.

Menurut Bupati, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kondisi yang pernah dialami peternak ayam petelur di Magetan saat terjadi surplus produksi telur beberapa waktu lalu. Kelebihan pasokan menyebabkan harga turun dan berdampak pada pendapatan peternak.

"Kami sangat mendukung langkah Badan Gizi Nasional yang menghubungkan kebutuhan pangan program MBG dengan potensi produksi masyarakat. Ini menjadi peluang besar bagi petani, peternak, UMKM, dan koperasi untuk berkembang," kata Nanik Endang.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat sehingga produk-produk lokal Magetan memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Harapan kami, keberadaan dapur MBG dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Ketika bahan bakunya dibeli dari masyarakat lokal, maka manfaat program ini akan dirasakan lebih luas oleh warga Magetan," ujarnya.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari ekosistem penyediaan pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....