BGN Gandeng Pemkab Magetan Perkuat UMKM dan Peternak Lewat Program MBG
- 01 Jun 2026 18:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Magetan memperkuat sinergi dengan pelaku usaha mikro dan peternak lokal untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Strategi Pemberdayaan Peternakan dan Usaha Mikro dalam Mendukung Program MBG yang digelar di kawasan wisata Refugia Magetan, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, dan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, tersebut diawali dengan dialog bersama ratusan pelaku usaha mikro, peternak, dan pemasok bahan pangan. Keduanya juga meninjau pasar guna memantau stabilitas harga pangan sekaligus melihat langsung perkembangan ekonomi masyarakat.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan.
"Kami ingin memastikan program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat yang luas. Bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi peternak, petani, UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal di sekitar dapur MBG," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan penyusunan menu MBG kini semakin adaptif terhadap kondisi daerah. Pengadaan bahan pangan didorong memanfaatkan produk yang tersedia di wilayah masing-masing sehingga mampu menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mendukung harga yang sehat bagi produsen.
"Setiap daerah memiliki potensi pangan yang berbeda. Karena itu, menu dan belanja bahan baku harus menyesuaikan ketersediaan lokal agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," katanya.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri menyambut positif langkah BGN yang membuka ruang kolaborasi lebih luas antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pelaku ekonomi daerah.
Menurut Bupati, kebijakan tersebut relevan dengan kondisi yang sempat dihadapi peternak ayam petelur di Magetan beberapa waktu lalu ketika terjadi surplus produksi yang menyebabkan harga telur melemah dan serapan pasar menurun.
"Kami berharap kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG dapat menjadi pasar baru bagi produk-produk lokal Magetan. Dengan demikian petani, peternak, dan UMKM memiliki kepastian pasar sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," kata Nanik.
Ia menambahkan pemerintah daerah siap mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai pemasok kebutuhan dapur MBG.
"Pemerintah pusat dan daerah harus bergandengan tangan menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya saing sektor pertanian dan peternakan. Program MBG menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah," tambahnya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan peternak dan pelaku usaha pangan di Magetan. Pemerintah berupaya membangun pola kemitraan yang lebih kolaboratif agar rantai pasok bahan pangan untuk MBG mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menegaskan setiap SPPG diharapkan memberdayakan masyarakat sekitar melalui kerja sama dengan pemasok lokal.
"Kami mendorong setiap SPPG memiliki jaringan minimal 15 pemasok lokal. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan," tegasnya.
Data BGN per 30 Mei 2026 mencatat jumlah relawan yang terlibat dalam operasional SPPG telah mencapai 1,3 juta orang. Sementara penerima manfaat MBG tercatat sebanyak 62,78 juta jiwa dengan total pemasok mencapai 146.817, terdiri atas 61.834 UMKM dan 13.514 koperasi.
Melalui penguatan sinergi ekonomi kerakyatan tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas gizi dan pendidikan generasi muda, tetapi juga menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....