Program Jembatan Merah Putih Presisi Sasar Dua Jembatan di Desa Grogol Ponorogo

  • 27 Apr 2026 10:54 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Dua jembatan putus di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo kini diperbaiki lewat program jembatan Merah Putih presisi. Keduanya masing-masing di dukuh Mingging, dan dukuh Mijil.

Ketua RT 1 RW 2 dukuh Mingging, Boyani mengatakan, jembatan tersebut putus sejak tahun 2025 akibat bencana alam. Saat itu warga berinisiatif membuat jembatan darurat dari bambu yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

"Waktu itu ya mengganggu aktivitas warga, sehingga tiga dukuh yaitu Tandan, Gombak dan Mingging sempat terisolasi selama 1 tahun. Jadi masyarakat punya inisiatif membuat jembatan darurat dari bambu, yang hanya bisa dipakai untuk kendaraan roda dua. Yang kendaraan roda empat nggak bisa lewat," katanya, Senin (27/4/2026).

Selama setahun itu, warga tiga dukuh tersebut harus memutar mencari jalan alternatif menuju ke Desa Grogol. Namun saat itu pula, jembatan yang dilintasi putus akibat bencana.

Kini, jembatan penghubung antar 3 dukuh tersebut bisa dilewati warga. Pun bisa diakses kendaraan roda dua dan empat.

"Sekarang sudah lancar, enak, sudah seperti dulu sebelum terkena bencana," tambahnya.

Sementara itu Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo mengatakan, kedua jembatan di desanya itu putus sejak tahun 2025 lalu akibat banjir. Keduanya diakui Jalu sangat vital sebagai satu-satunya akses warga.

"Alhamdulillah ada jembatan yang dibangun. Untuk kendaraan roda empat, khusus di jembatan dukuh Mingging itu bisa lewat, tapi yang di Mijil itu didesain untuk kendaraan roda dua," ungkapnya.

Ia pun berterima kasih kepada Polres Ponorogo dan pemkab yang telah membangun dua jembatan di desanya melalui program Jembatan Merah Putih presisi. Dengan begitu, warga tidak lagi memutar mencari jalan alternatif lain ketika melakukan aktivitas.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu membangun jembatan ini sehingga bisa segera ditangani untuk kepentingan warga. Kepada Polri kami juga ucapkan terima kasih karena segala sesuatu permasalahan bisa dicarikan jalan keluar," sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, pembangunan jembatan Merah Putih presisi itu masing-masing titik lokasi dianggarkan Rp500 juta hingga Rp1 Milyar tergantung panjang bentangan dan lebar jembatan.

"Ini merupakan atensi dari Presiden dan Kapolri agar akses anak sekolah dan warga dimudahkan. Jadi ada empat jembatan yang kita perbaiki, yang 3 sudah jadi dan bisa digunakan warga dan yang satu masih proses," jelasnya.

Ditegaskannya, dengan pembangunan jembatan Merah Putih presisi itu kini warga tidak lagi khawatir. Jembatan yang sebelumnya dianggap rawan, kini bisa digunakan dengan aman.

"Kita terus komunikasi dengan pemda untuk mendata tempat-tempat mana lagi yang perlu sentuh man untuk segera kita perbaiki," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....