Influencer Jadi Sasaran Promosi Judi Online

  • 04 Apr 2026 20:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena promosi judi online di media sosial kini semakin sulit dikenali karena tampil dengan kemasan yang lebih halus. Konten tersebut tidak lagi muncul secara terang-terangan sebagai perjudian, tetapi memakai istilah seperti game penghasil uang atau hiburan digital berhadiah. Cara ini dinilai efektif menarik perhatian pengguna muda yang aktif di berbagai platform media sosial.

Yudha Indra Permana dari Kominfo Ngawi dalam dialog Jaga Malam bersama Pro 2 RRI Madiun, Selasa 31 Maret 2026, menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan pola promosi yang dekat dengan keseharian anak muda. Mereka menggunakan akun-akun populer, terutama influencer skala kecil yang memiliki pengikut loyal di komunitas tertentu. Strategi itu membuat promosi terlihat seperti rekomendasi biasa, bukan iklan berisiko.

“Strategi mereka nyasar audiens muda lewat influencer mikro atau akun-akun meme,” ujar Yudha. Menurutnya, pendekatan tersebut sengaja dipilih karena audiens muda cenderung lebih mudah terpengaruh oleh konten yang dibagikan figur yang mereka ikuti setiap hari.

Selain influencer, promosi juga sering muncul melalui unggahan singkat di story, tautan pada profil, hingga caption yang memakai istilah populer seperti "slot gacor". Istilah-istilah tersebut dibuat agar terkesan ringan dan tidak langsung mengarah pada aktivitas perjudian. Akibatnya, banyak pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan ke praktik judi online.

“Istilahnya bukan lagi judi, tapi ‘game penghasil uang’ atau ‘slot gacor’ yang ditaruh di Story atau bio profil,” jelas Yudha. Ia menilai perubahan istilah ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan karena bentuk promosi semakin menyerupai konten hiburan biasa.

Kominfo Ngawi menilai kondisi ini berbahaya karena sebagian audiens muda belum memiliki filter literasi digital yang cukup kuat. Mereka rentan menganggap tautan atau promosi tersebut sebagai peluang mendapatkan uang dengan cepat. Padahal, pola seperti itu sering berujung pada kerugian finansial dan ketergantungan.

Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis terhadap setiap konten yang menjanjikan keuntungan instan di media sosial. Orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar juga dinilai perlu ikut memperkuat edukasi literasi digital agar generasi muda mampu mengenali bentuk promosi terselubung. Pengawasan bersama menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran judi online di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....