Peutuah: bila Diri Ingin Dikenang
- 02 Jun 2026 18:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebuah ungkapan Peutuah menyatakan bila diri ingin dikenang, maka berbuat baiklah.
Bahkan tak hanya sekedar dikenang, jika Anda menambahi sifat rendah diri, Anda juga akan terpandang.
Lebih kurang begini, ungkapan Peutuah tersebut:
Bila Diri ingin dikenang
Semailah benih di tengah sawah
Bawalah ilmu padi di ladang 2x
Tambah berisi
Tunduk ke bawah
Bila diri...
Ingin terpandang..
Jauhi kata
Tinggi melambung
Jauhi sifat 2x
Ayam di kandang
Bertelur satu
Ribut sekampung
Baru-baru ini, lirik Peutuah tersebut dicover ulang, dinyanyikan hingga diposting ke akun Media Sosial.
Pembaca yang saya hormati, Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi lebih baik. Jangan ragu untuk mencoba karena yang belum dicoba belum tentu mustahil.
Jika kamu bisa membayangkannya, kamu bisa mewujudkannya. Setiap profesi ada kelebihan dan kekurangan, tapi kalau hanya fokus pada kekurangan maka tidak akan sukses.
Tapi jika mampu melihat kelebihan dan menjalani dengan sepenuh hati maka kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap profesi akan tumbuh yang pada akhirnya menjadi modal utama untuk sukses.
Ungkapan bijak mengatakan "Diatas Langit masih ada Langit". Ini tidak lain sebagai pengingat agar kita jangan bersikap sombong apalagi angkuh.
Namun hal itu bukan berarti setiap dari Kita tidak boleh ke Langit (tempat tertinggi-red). Meskipun sudah ada Langit, namun yakinlah bahwa setiap Langit tidak akan pernah sama.
Artinya, setiap dari kita berpeluang menjadi Langit. Maksud dari Langit dalam tulisan ini adalah perumpaan untuk menggapai kesuksesan. Yang penting, tetap rendah hati, dan terus berbuat kebaikan karena Hadist mengingatkan dengan ungkapan "Khoirunnas Anfauhum Linnas" yang artinya Sebaik-baik Manusia adalah yang bermanfaat bagi Manusia lainnya (HR. Ahmad).
Dan, jika sudah sukses maka berbuat baiklah. Dan, peluang berbuat baik itu terbuka lebar jika setiap dari kita sudah berada ditampuk "kekuasaan" pada level masing-masing.
Peutuah Syik Aceh mengungkapkan: Udep Nyoe hana Leubeh bak Lhee Perkara. Ibadat, Hareukat, dan Bermasyarakat.
Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka mengandung makna bahwa Kunci hidup ini, tidak lepas dari tiga perkara yakni Ibadah, mencari Rezeki, dan bergaul dengan Masyarakat (sosial).
Selain itu, Mantan Kapolri, Jenderal Polisi Hugeng pernah mengingatkan dalam buku yang dikarangnya bahwa menjadi orang sukses itu penting, namun jauh lebih penting menjadi orang baik.
Kesimpulannya bahwa Ilustrasi "bila diri ingin dikenang" merujuk pada metafora ilmu padi (semakin berisi, semakin tunduk ke bawah).
Filosofi ini mengajarkan bahwa jika Anda ingin dikenang sebagai orang yang dihormati dan bermanfaat, Anda harus memiliki kerendahan hati yang tinggi, selalu haus akan ilmu, dan tidak sombong meskipun memiliki banyak kelebihan atau pencapaian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....