Isi Kuliah Umum PII, Haji Uma Bedah Tema ‘Aceh Emas atau Aceh Cemas’
- 26 Jul 2026 19:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhoksumawe – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma), S.Sos., M.Sos., memberikan kuliah umum dalam kegiatan Sekolah Parlemen yang digelar bersama Pelajar Islam Indonesia (PII) di Aula Bupati Pidie Jaya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan bertema “Aceh Emas atau Aceh Cemas” tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, S.T., M.M. Selain Haji Uma, acara ini menghadirkan narasumber lain, yaitu anggota DPRK Pidie Jaya Nazaruddin Ismail, S.Pd.I., S.H., serta Asisten III Setdakab Pidie Jaya Helmi, S.S.T.P., M.Si. Turut hadir pula Ketua PII Aceh Rendi Febriandya dan Ketua PII Pidie Jaya Yusri Mubarak.
Ratusan peserta dari kalangan pelajar dan generasi muda antusias mengikuti jalannya acara hingga sesi diskusi usai.
Dalam kuliah umumnya, Haji Uma menekankan bahwa arah masa depan Aceh sangat bergantung pada kualitas generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. Keberhasilan Aceh di masa depan tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, melainkan sejauh mana kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Ia mengingatkan, generasi muda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari persaingan global, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI), hingga maraknya ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan pinjaman online (pinjol).
“Apakah Pidie Jaya dan Aceh ke depan menjadi Aceh Emas atau Aceh Cemas, jawabannya ada di tangan generasi muda hari ini. Kita harus mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan membaca peluang,” ujar Haji Uma.
Menurutnya, ada tiga kunci utama yang wajib dimiliki anak muda untuk menjawab tantangan zaman, yaitu Kompetensi, tidak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi, bahasa asing, serta keterampilan berpikir kritis (critical thinking).
"Yang kedua kepemimpinan (Leadership) adalah Pemimpin diukur bukan dari jabatannya, melainkan dari kemampuan memberikan teladan, bertanggung jawab, dan menghadirkan solusi konkret di masyarakat dan ketiga membaca peluang, artinya anak muda harus adaptif dan jeli melihat potensi ekonomi digital, UMKM, pertanian modern, perikanan, hingga industri kreatif."terangnya
Haji Uma berharap pemuda Pidie Jaya dapat berkontribusi nyata menuju visi Aceh Emas 2045 dengan melahirkan SDM beriman, berintegritas, dan berdaya saing global tanpa mencabut akar nilai-nilai lokal.
“Pemuda bukan sekadar penonton, melainkan agen perubahan, agen pembangunan, inovasi, persatuan, hingga pengawasan. Jangan hanya menjadi generasi yang menikmati sejarah, jadilah generasi yang mencetaknya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Parlemen PII ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif sebagai wadah edukasi politik dan kepemimpinan bagi calon-calon pemimpin masa depan di Pidie Jaya dan Aceh.
Rangkaian kuliah umum berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai peran strategis pemuda dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....