Momen Langka, Haji Uma dan Putranya Wisuda Bersama di UNAS

  • 01 Jun 2026 06:47 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Riuh tepuk tangan dan gemuruh bahagia menggema di dalam Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu, 31 Mei 2026. Di antara ribuan wisudawan Universitas Nasional (UNAS) Jakarta yang hadir, ada satu momen langka yang mencuri perhatian dan menyentuh hati siapa saja yang menyaksikannya.

Bukan sekadar orang tua yang datang untuk menyaksikan anaknya lulus, hari itu panggung wisuda mempertemukan sepasang ayah dan anak yang sama-sama mengenakan toga. Mereka adalah H. Sudirman sapaan Haji Uma yang merupakan Anggota DPD RI asal Aceh beserta putra tercintanya, Alfa Khalil Ikram.

Keduanya melangkah bersama, menuntaskan sebuah babak perjuangan akademik dalam satu waktu yang sama. Berbagi Toga, Berbagi Kebanggaan

Bagi sebuah keluarga, melihat anak lulus kuliah adalah sebuah berkah. Namun, bagi keluarga Haji Uma, momen ini adalah kebanggaan ganda yang tak ternilai.

Di balik padatnya jadwal sebagai wakil rakyat di Senayan, Haji Uma membuktikan bahwa ruang sidang parlemen tidak membuatnya melupakan ruang kelas. Hasil dari kegigihan itu resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik di Universitas Nasional (UNAS), gelar M.Sos resmi disematkan di belakang namanya.

Kebahagiaan itu kian sempurna karena diwaktu yang sama sang putra tercintanya Alfa Khalil Ikram, juga berdiri tegak memakai baju yang sama di podium yang sama. Alfa Khalil Ikram resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).

Bagi Alfa Khalil wisuda kali ini bukan sekadar perayaan kelulusannya sendiri, melainkan sebuah penghormatan besar bisa menyaksikan langsung sang ayah menjadi teladan nyata di bangku kuliah.

Di momen langka ini, Haji Uma dan Alfa tidak hanya membawa pulang dua buah ijazah ke rumah. Mereka pulang membawa sebuah cerita inspiratif, bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup, dan tidak ada tempat terbaik untuk mencontohkannya selain dimulai dari dalam keluarga sendiri.

Haji Uma didampingi sang anak, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian kolektif keluarga kecil mereka, akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar Magister Ilmu Politik, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat

“Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi bekal dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” kata Haji Uma yang dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh ini.

Momen wisuda bersama ini seolah menjadi simbol kuatnya nilai pendidikan yang ditanamkan Haji Uma di dalam keluarganya. Kesibukan yang padat dan usia yang terus berjalan terbukti bukan menjadi dinding penghalang untuk terus membaca, berdiskusi, dan menulis tesis.

"Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh untuk terus menuntut ilmu dan tidak berhenti belajar demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....