GIR-L Lhokseumawe Gelar Seminar Public Speaking Tingkat Nasional

  • 12 Sep 2026 13:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Generasi Inspirasi Remaja Kota Lhokseumawe (GIR-L) menggelar Seminar Public Speaking Tingkat Nasional di Aula Wali Kota Lhokseumawe lantai 3, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan yang digelar melalui bidang pendidikan dan bidang event GIR-L ini mengusung tema “Berbicara yang Berdampak dan Cara Mempengaruhi Orang Lain dalam Waktu 5 Menit.”

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Bagus Suprayogi, S.Psi., CH., C.Ht., CI, founder sekaligus owner Lembaga Supravisi Balikpapan, Kalimantan Timur, serta Azwar Djafar dari Lembaga Self Management Indonesia.

Peserta berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa, serta guru dari Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Ketua Panitia, Mufadhal, mengatakan seminar tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari dan menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan peserta.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, panitia yang bekerja maksimal, serta berbagai pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan.

Sementara itu, Pembina GIR-L, Hajar Geubrina Dara, S.Keb., Gr., mengatakan GIR-L terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi generasi muda.

Menurutnya, kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami dari GIR-L berupaya terus melaksanakan segala aktivitas yang mengarah kepada aspek positif, termasuk kegiatan yang kita laksanakan saat ini,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam pemaparannya, Bagus Suprayogi menjelaskan bahwa public speaking merupakan salah satu life skill yang perlu dipelajari dan dilatih secara berkelanjutan.

Menurutnya, berbicara memang mudah, tetapi berbicara dengan memberikan dampak membutuhkan latihan serta teknik yang tepat.

“Semua orang bisa berbicara, namun hanya sedikit yang bicaranya memiliki makna dan disampaikan dengan teknik-teknik khusus sehingga pesan yang disampaikan dapat teraktualisasi dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Azwar Djafar menekankan bahwa kemampuan berbicara tidak sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap materi dan kemampuan membaca situasi.

Ia mengatakan seorang pembicara juga harus mampu menjadi pendengar yang baik, tidak memotong pembicaraan, tidak merasa paling pintar, serta mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi.

Salah seorang peserta, Kiky yang akrab disapa Miss Kiky, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap seminar serupa dapat kembali dilaksanakan dengan tema yang berbeda sesuai kebutuhan peserta.

“Terima kasih kepada GIR-L atas inisiasinya melaksanakan kegiatan Seminar Public Speaking ini. Kegiatan ini sangat menarik dan sangat bermanfaat, khususnya bagi saya pribadi,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, panitia dan narasumber. GIR-L berencana kembali menghadirkan kegiatan pengembangan diri dengan tema berbeda dan menghadirkan narasumber lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....