Hardikda ke-67, Kadisdik Aceh Ajak Insan Pendidikan Introspeksi

  • 02 Sep 2026 16:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 di Aceh tidak hanya dimaknai sebagai seremoni. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., M.S.P., mengajak seluruh insan pendidikan menjadikannya sebagai momentum untuk bercermin dan mempertanyakan kembali kualitas pengabdian terhadap dunia pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Murtalamuddin pada Rabu, 2 September 2026. Ia mengingatkan bahwa setiap orang yang terlibat dalam pendidikan, mulai dari birokrat, guru, pengawas, hingga tenaga kependidikan, memiliki amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, peringatan Hardikda menjadi kesempatan untuk melihat kembali pekerjaan yang telah dilakukan. Apakah tugas dan amanah sudah dijalankan dengan baik? Atau masih terdapat kekurangan yang perlu segera diperbaiki?

Murtalamuddin juga menyoroti kondisi mutu pendidikan Aceh yang dinilainya belum baik-baik saja. Padahal, Aceh memiliki keistimewaan dan kekhususan dalam bidang pendidikan, termasuk adanya Hari Pendidikan Daerah sebagai bagian dari sejarah pengakuan pemerintah pusat terhadap kekhususan pendidikan Aceh.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak menjadikan momentum tersebut sekadar peringatan tahunan. Sebaliknya, Hardikda harus menjadi ruang untuk melakukan introspeksi dan mencari akar persoalan yang membuat kualitas pendidikan Aceh masih berada di bawah harapan.

Ia menekankan pentingnya membangun kesamaan, bukan mempertajam perbedaan. Menurutnya, kemajuan pendidikan membutuhkan tekad bersama sekaligus komitmen pribadi dari setiap insan pendidikan.

“Jangan sampai profesi ini kita khianati,” pesan Murtalamuddin.

Ia mengingatkan, setiap amanah profesi pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, Hardikda ke-67 diharapkan menjadi titik refleksi untuk memperbaiki diri, memperkuat komitmen, dan bersama-sama membangun pendidikan Aceh agar semakin berkualitas.

Ia berharap refleksi itu tidak berhenti pada ucapan, tetapi diterjemahkan melalui kerja nyata di sekolah, pengawasan yang lebih baik, pelayanan yang bertanggung jawab, serta keberanian mengakui kekurangan dan memperbaikinya secara bersama-sama untuk masa depan pendidikan Aceh bermutu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....