Festival Literasi Aceh Utara Perkuat Budaya Baca Digital
- 19 Agt 2026 20:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, budaya membaca kembali digaungkan di Kabupaten Aceh Utara.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara menghadirkan Festival Literasi 2026, sebuah ruang edukasi sekaligus kreativitas untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, semakin gemar membaca dan cakap menghadapi dunia digital.
Festival yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tersebut berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, di halaman dan Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara.

Tidak sekadar mengajak masyarakat membuka buku, festival ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang membuat dunia literasi lebih hidup dan dekat dengan generasi muda. Talkshow, bedah buku, bimbingan teknis (Bimtek), pelatihan mendongeng, pelatihan menulis cerpen, lomba mewarnai hingga beragam perlombaan lainnya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam festival tersebut. Mereka tidak hanya diajak membaca, tetapi juga didorong untuk berani menuangkan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
Kemeriahan semakin terasa pada hari ketiga. Penampilan artis lokal Aceh, Apa Lahu dan Kuya Ali, turut menghibur peserta dan masyarakat yang hadir, membuat festival literasi tidak hanya bernuansa edukatif tetapi juga penuh hiburan.
Festival Literasi 2026 dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP., MPA.

Dalam sambutannya, Fauzan mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana memperoleh informasi, tetapi juga bagaimana memilah, memahami dan menggunakan informasi secara bijak.
“Melalui Festival Literasi ini kita berharap lahir generasi Aceh Utara yang cerdas secara intelektual, bijak secara sosial, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Fauzan.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tetap menjunjung moral dan etika ketika menggunakan media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diiringi kemampuan literasi yang kuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar maupun konten yang tidak bermanfaat.
“Inilah yang perlu ditanamkan kepada generasi kita. Dengan membaca, kita mengenal dunia yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara yang diwakili Sekretaris Dinas, Muhammad Taufieq, SE., MSE, menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap Festival Literasi 2026.
Ia mengajak para pelajar dan masyarakat untuk menjadikan membaca bukan sekadar kegiatan dalam festival, tetapi sebagai kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, budaya membaca menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terlebih di era digital, kemampuan memahami dan menyaring informasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Festival Literasi 2026 pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat gerakan literasi di Aceh Utara. Dari halaman perpustakaan, ruang diskusi, panggung kreativitas hingga aktivitas para pelajar, semangat membaca diharapkan terus tumbuh dan menyebar ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebab, di tengah dunia yang semakin cepat berubah, membaca bukan hanya membuka halaman demi halaman buku, tetapi membuka jendela untuk memahami dunia dan menentukan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....