Kepala SMAN 1 Matangkuli Tuangkan Praktik Baik dalam Buku
- 08 Sep 2026 22:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Pengalaman memimpin sekolah tidak hanya berhenti pada rutinitas mengelola pendidikan. Bagi Kepala SMAN 1 Matangkuli, Aceh Utara, Zulfikar, S.Pd., M.Pd., berbagai praktik baik yang telah dijalankan justru menjadi pengetahuan yang layak dibagikan.
Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Membangun Budaya Sekolah Positif (Panduan Praktis bagi Kepala Sekolah)”. Buku setebal 196 halaman itu menjadi dokumentasi perjalanan kepemimpinan sekaligus upaya mendorong lahirnya budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif dan berkarakter.
Zulfikar mengatakan, buku tersebut lahir dari pengalaman dan proses kolaborasi yang dibangun selama memimpin SMAN 2 Sawang hingga dipercaya memimpin SMAN 1 Matangkuli.
“Buku ini merupakan rekapitulasi penerapan praktik baik selama saya menjabat. Pembiasaan dan budaya positif yang telah berjalan di SMAN 2 Sawang berlanjut serta kita terapkan di SMAN 1 Matangkuli agar menjaga keberlanjutannya,” ujar Zulfikar di Aceh Utara. Selasa,8 September 2026.

Ia menjelaskan, buku tersebut tidak sekadar berisi teori, tetapi menghadirkan sejumlah strategi yang dapat diterapkan kepala sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih positif.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah komunikasi efektif, yakni membangun interaksi yang harmonis antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik. Komunikasi yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif.
Selain itu, buku tersebut mengangkat pembiasaan literasi dan kegiatan spiritual sebagai bagian dari penguatan karakter sekaligus menumbuhkan minat baca peserta didik.
“Selanjutnya penguatan inovasi guru, yakni mendorong tenaga pendidik untuk terus bereksplorasi dalam metode pembelajaran. Serta kemitraan masyarakat yang menggandeng orang tua dan masyarakat sekitar untuk mendukung ekosistem pendidikan yang kolaboratif,” katanya.
Menurut Zulfikar, keberhasilan membangun budaya sekolah positif tidak dapat dilakukan oleh kepala sekolah seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah serta dukungan orang tua dan masyarakat.
Penerbitan buku tersebut juga menjadi bentuk tindak lanjut atas arahan Dinas Pendidikan Aceh Utara agar para kepala sekolah mulai mendokumentasikan pengalaman dan praktik kepemimpinan melalui karya tulis.
Baginya, pengalaman yang telah dilakukan di sekolah akan memiliki nilai lebih ketika didokumentasikan dan dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah lainnya.
Sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat buku tersebut, Zulfikar menyerahkan karya itu kepada Perpustakaan SMAN 1 Matangkuli. Buku diterima langsung Kepala Perpustakaan Qusthalani, S.Pd., M.Pd.

“Buku ini juga akan saya bagikan kepada rekan-rekan kepala sekolah sebagai bahan referensi dan inspirasi bersama. Saya mohon teman-teman mendukung agar kita menunjukkan karya tulis kita dan semoga bermanfaat bagi pembaca,” tutur Zulfikar.
Buku “Membangun Budaya Sekolah Positif” diharapkan tidak hanya menjadi catatan perjalanan seorang kepala sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lahirnya praktik-praktik baik baru di sekolah lain.
Sebab, budaya positif di sekolah pada akhirnya bukan hanya tentang aturan dan program, melainkan tentang bagaimana seluruh warga sekolah membangun kebiasaan baik secara konsisten hingga menjadi karakter dan identitas bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....