Digital Hero: Peran Media Sosial saat Bencana Alam di Aceh Media sosial kini tidak ha

  • 15 Apr 2026 09:34 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe-Media sosial kini tidak hanya dipakai untuk hiburan atau berbagi aktivitas sehari-hari. Saat bencana alam terjadi di Aceh, media sosial justru punya peran penting untuk menyebarkan informasi dengan cepat. Mulai dari kabar banjir, longsor, jalan terputus, hingga lokasi pengungsian, semuanya bisa diketahui hanya dalam hitungan menit. Hal itu menjadi pembahasan menarik dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) pada Rabu, 15 April 2026 di Studio Pro 2 RRI Lhokseumawe bersama Dhera.

Dalam obrolan tersebut, dua mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe, yaitu Luthfi dan Izza, menilai media sosial sudah menjadi alat yang sangat membantu masyarakat saat menghadapi bencana. Menurut Luthfi, unggahan berupa foto, video, maupun lokasi terdampak bisa mempercepat proses bantuan karena informasi langsung sampai ke masyarakat luas maupun pihak terkait. Ia mengatakan, banyak warga yang kini lebih cepat mengetahui kondisi di lapangan dari media sosial dibandingkan menunggu informasi resmi yang terkadang membutuhkan waktu.

Sementara itu, Izza mengatakan media sosial juga bisa menjadi sarana untuk menggalang solidaritas. Saat terjadi banjir atau bencana lain di Aceh, banyak anak muda yang memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk mengajak orang lain ikut membantu. Mulai dari pengumpulan donasi, pembagian makanan, pakaian, hingga kebutuhan pengungsi, semuanya bisa dikoordinasikan dengan lebih mudah karena adanya media sosial.

Namun, Luthfi mengingatkan bahwa penggunaan media sosial saat bencana juga harus dilakukan dengan bijak. Ia menilai masyarakat perlu memastikan informasi yang dibagikan benar dan tidak menyesatkan. Sebab, kabar palsu atau hoaks justru bisa membuat suasana semakin panik. Menurutnya, penting untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya, terutama jika berkaitan dengan jumlah korban, kondisi lokasi, atau peringatan bencana.

Izza juga menambahkan bahwa anak muda bisa menjadi “digital hero” dengan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Tidak harus selalu turun langsung ke lokasi bencana, tetapi cukup dengan membantu menyebarkan informasi yang benar, membagikan nomor darurat, atau mengarahkan masyarakat ke posko bantuan terdekat. Hal-hal sederhana seperti itu dinilai bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.

Melalui program SPADA, obrolan mengenai peran media sosial saat bencana ini menjadi pengingat bahwa teknologi bisa membawa manfaat besar jika digunakan dengan tepat. Di tengah situasi darurat, kecepatan informasi dan solidaritas masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, anak muda diharapkan bisa memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk membantu sesama dan menjadi bagian dari solusi saat bencana terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....