AI Bisa Meniru Suara Kita, Seberapa Aman Suara di Internet?

  • 27 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin mampu menghasilkan suara yang terdengar mirip dengan suara manusia. Bahkan, dengan contoh suara yang relatif singkat, teknologi tertentu dapat membuat suara sintetis yang menyerupai karakter suara seseorang.

Teknologi ini sebenarnya memiliki banyak manfaat. AI voice cloning dapat digunakan dalam pembuatan konten, produksi film, gim, audiobook, hingga membantu orang yang mengalami gangguan bicara. Namun, kemampuan tersebut juga menimbulkan tantangan baru dalam keamanan digital.

Salah satu risikonya adalah penipuan menggunakan suara hasil tiruan AI. Pelaku dapat membuat suara yang menyerupai seseorang kemudian menggunakannya untuk meyakinkan keluarga, teman, atau rekan kerja agar melakukan tindakan tertentu, termasuk mengirimkan uang atau memberikan informasi pribadi.

Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima panggilan atau pesan suara yang terdengar sangat meyakinkan. Suara yang terdengar seperti orang yang dikenal belum tentu menjadi bukti bahwa orang tersebut benar-benar berada di balik komunikasi tersebut.

Jika menerima permintaan yang tidak biasa, terutama terkait uang, kode OTP, kata sandi, atau data pribadi, sebaiknya lakukan verifikasi melalui saluran lain. Misalnya, menghubungi orang tersebut secara langsung menggunakan nomor yang sudah tersimpan sebelumnya, bukan nomor yang diberikan dalam pesan mencurigakan.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih bijak dalam membagikan rekaman suara di internet. Video, podcast, unggahan media sosial, dan rekaman suara yang tersedia secara publik dapat menjadi sumber data yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk pembuatan suara sintetis.

Perkembangan AI tidak selalu harus ditakuti, tetapi perlu diimbangi dengan literasi digital. Semakin mudah teknologi meniru suara manusia, semakin penting pula kemampuan masyarakat untuk melakukan verifikasi dan tidak mudah percaya hanya berdasarkan suara yang terdengar familiar.

Pada akhirnya, suara yang kita dengar melalui telepon atau media digital belum tentu menjadi bukti identitas seseorang. Di era AI, verifikasi menjadi semakin penting karena sesuatu yang terdengar nyata belum tentu benar-benar terjadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....