Ulfairah Raih Juara Satu Komik Digital FLS3N Aceh Utara

  • 31 Agt 2026 22:15 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Kreativitas pelajar Aceh Utara kembali menorehkan prestasi. Ulfairah, siswi SMA Negeri 1 Dewantara, berhasil meraih Juara 1 Komik Digital FLS3N Aceh Utara 2026 melalui karya berjudul Hikayat Nada yang Tertidur.

Karya tersebut tidak hanya menampilkan kreativitas visual dan kemampuan mengolah cerita secara digital, tetapi juga mengangkat pesan kuat tentang pentingnya menjaga budaya dan jati diri generasi muda di tengah derasnya perkembangan zaman.

Dalam komiknya, Ulfairah mengisahkan Fahmi, seorang pemuda urban yang awalnya menganggap kampung halamannya membosankan. Pandangannya berubah setelah bertemu dengan Serunee Kalee tua yang membawanya dalam perjalanan mengenal kembali budaya dan jati dirinya.

Ulfairah, siswi SMA Negeri 1 Dewantara.

Perjalanan Fahmi semakin menarik ketika Ia bertemu dengan seorang pemuda misterius. Melalui alunan musik dan pengalaman yang dilaluinya, Fahmi menyadari bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sesuatu yang harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui Hikayat Nada yang Tertidur, Ulfairah menjadikan komik digital sebagai media untuk menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Kepala SMA Negeri 1 Dewantara Aceh Utara, Jalaluddin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Ulfairah. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan kreativitas pelajar mampu menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan kekayaan budaya Aceh.

Kepala SMA Negeri 1 Dewantara Aceh Utara, Jalaluddin, S.Pd., M.Pd.

“Ulfairah tidak hanya memenangkan lomba, tetapi berhasil menghidupkan kembali pesan budaya melalui karya yang dekat dengan generasi muda. Ini membuktikan bahwa teknologi bukan ancaman bagi budaya, justru dapat menjadi panggung baru untuk memperkenalkan dan mewariskannya,” ujar Jalaluddin.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk berani berkarya, menggali potensi daerah dan menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi.

“Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang untuk menemukan bakat dan mengubah ide menjadi karya. Kami ingin anak-anak kami berani bermimpi, berani berkarya, dan bangga membawa identitas Aceh ke tingkat yang lebih luas,” tegasnya.

Dukungan terhadap pengembangan bakat siswa juga diberikan Rini Zufriani, S.H., selaku koordinator berbagai kegiatan perlombaan yang diikuti siswa. Ia secara aktif mendampingi dan memberikan dukungan kepada siswa dalam mengembangkan potensi, mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, hingga berani menuangkan ide kreatif menjadi sebuah karya.

Rini Zufriani, S.H., selaku koordinator berbagai kegiatan perlombaan yang diikuti siswa.

Rini mengatakan setiap prestasi siswa merupakan hasil dari keberanian untuk mencoba, proses belajar dan dukungan bersama antara siswa, guru serta sekolah. Menurutnya, capaian Ulfairah diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus menggali potensi dan tidak takut menunjukkan karya terbaik.

“Ketika siswa diberikan ruang untuk berkarya dan mendapat dukungan, mereka bisa menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Prestasi Ulfairah menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak kita layak mendapatkan ruang untuk berkembang,” ujar Rini.

Prestasi Ulfairah sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal dapat dikemas melalui media kreatif dan teknologi digital tanpa kehilangan nilai serta pesan yang terkandung di dalamnya.

Melalui karya tersebut, Ulfairah mengingatkan bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda tidak hanya mengenalnya sebagai warisan, tetapi turut mengambil peran untuk merawat, mengembangkan dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....