Langkahan Bangkit, Hasil Bumi Pascabencana Dipamerkan di Piasan Pase 800 Tahun.

  • 10 Sep 2026 20:26 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Kecamatan Langkahan membawa semangat kebangkitan pascabencana dalam rangkaian 800 Tahun Samudera Pasai. Melalui stan pameran, sejumlah hasil bumi yang masih tersisa setelah bencana hidrometeorologi 2025 diperkenalkan kepada masyarakat.

Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, S.STP., M.A.P., mengatakan produk yang ditampilkan merupakan hasil perkebunan dan pertanian masyarakat yang masih bertahan setelah diterjang bencana.

“Yang kita tampilkan di stan Langkahan ini merupakan hasil-hasil bumi yang tersisa akibat bencana hidrometeorologi tahun 2025,” ujar Reza.

Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, S.STP., M.A.P.,

Sejumlah hasil bumi yang dipamerkan di antaranya jengkol, petai, jeruk nipis, durian dan jeruk bali. Produk tersebut mendapat perhatian masyarakat yang mengunjungi stan Kecamatan Langkahan.

Reza mengatakan kondisi masyarakat Langkahan kini mulai berangsur pulih. Aktivitas warga kembali berjalan, meski sebagian lahan pertanian dan perkebunan masih tertutup lumpur maupun kayu sisa banjir bandang.

“Sekarang kondisinya sudah mulai berangsur pulih. Masyarakat sudah beraktivitas, walaupun masih ada lahan dan halaman rumah yang tertimpa lumpur ataupun kayu,” katanya.

Menurutnya, bantuan pemerintah berupa jaminan hidup dan bantuan isian hunian turut membantu masyarakat melewati masa pemulihan. Namun, sebagian warga masih menunggu pembangunan hunian tetap setelah hampir sembilan bulan tinggal di hunian sementara.

Reza berharap perhatian pemerintah terus diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat Langkahan.

Ia juga berharap kegiatan 800 Tahun Samudera Pasai menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Langkahan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin produk Kecamatan Langkahan lebih dikenal. Jangan hanya melihat Langkahan sebagai kecamatan yang terkena imbas banjir, tetapi juga ada potensi masyarakat dan potensi alam yang bisa kita tonjolkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan stan Langkahan menjadi bukti bahwa di tengah proses pemulihan, masyarakat tetap berupaya bangkit dan menunjukkan potensi daerahnya.

Dengan demikian, 800 Piasan Pase bukan hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga momentum memperkenalkan kembali potensi ekonomi dan hasil alam masyarakat Langkahan kepada publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....