Dekranasda Lhokseumawe Perkuat Pemulihan Perajin Terdampak Bencana

  • 27 Agt 2026 21:21 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO ID, Jakarta - Upaya memulihkan aktivitas perajin yang terdampak bencana di Kota Lhokseumawe terus diperkuat. Ketua Dekranasda Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, bertemu Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana, di Jakarta, Kamis , 27 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas persiapan program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab dan Rekon) bagi para perajin sulam dan anyam di Kota Lhokseumawe yang terdampak bencana. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Lhokseumawe.

Program ini diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas perajin, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membangun kembali usaha kriya agar lebih kuat, kreatif, dan mampu berkembang di tengah perubahan pasar.

Dalam pertemuan itu, Yulinda turut memaparkan potensi kerajinan lokal Lhokseumawe, khususnya produk anyaman berbahan daun pandan duri yang berkembang di Gampong Jambo Mesjid, Kuala, dan Blang Cut.

Kerajinan tersebut telah berkembang dari produk tikar tradisional khas Aceh menjadi beragam produk bernilai ekonomi, seperti tas, dompet, kotak tisu, sarung bantal, kotak parsel, hingga berbagai produk fungsional lainnya.

Sementara pada sektor sulam dan bordir, pengembangan produk diarahkan untuk mengangkat kekayaan budaya lokal melalui penggunaan motif khas seperti Dheun Bungong Sagoe, Awan Sion, dan Bungong Canek Meusagoe. Motif tersebut diharapkan semakin memperkuat identitas produk kriya Lhokseumawe.

Yulinda mengatakan, potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan, terlebih para perajin menghadapi dampak bencana yang turut memengaruhi aktivitas usaha mereka.

«“Lhokseumawe memiliki potensi kriya yang kuat, baik dari keterampilan para perajin maupun kekayaan budaya yang dapat dituangkan dalam berbagai produk. Karena itu, yang kita dorong bukan hanya pemulihan aktivitas mereka setelah bencana, tetapi juga bagaimana usaha dan potensi tersebut dapat terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yulinda.»

Menurutnya, pemulihan harus diikuti dengan peningkatan kapasitas perajin, pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar. Dengan demikian, kerajinan lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih luas.

«“Kita ingin kerajinan lokal Lhokseumawe tetap memiliki jati diri, namun juga mampu mengikuti perkembangan dan kebutuhan pasar. Kekayaan motif dan keterampilan yang kita miliki harus terus diperkenalkan melalui produk yang kreatif, berkualitas, dan memiliki nilai tambah,” tambahnya.»

Yulinda menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif atas perhatian terhadap keberlangsungan usaha para perajin di Lhokseumawe. Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dekranasda menjadi kunci agar pemulihan pascabencana dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Dekranasda Kota Lhokseumawe selanjutnya akan terus mendorong penguatan sektor kriya melalui peningkatan kapasitas perajin, inovasi desain, pengembangan produk, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Dengan dukungan tersebut, kerajinan khas Lhokseumawe diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dipertahankan, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....