Beda dari yang Lain, Musliana Angkat Pisang Dua Mu di Milad 800 Samudera Pasai

  • 08 Sep 2026 08:40 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Di tengah kemeriahan pembukaan Milad ke-800 Samudera Pasai, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, istri Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., yang akrab disapa Ayah Wa, tampil berbeda dari yang lain. Senin, 7 September 2026.

Musliana memilih mengenakan baju adat khas Aceh Utara dengan motif Pisang Dua Mu. Bukan sekadar pilihan busana, penampilannya menjadi cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah pada momentum bersejarah delapan abad Samudera Pasai.

Motif Pisang Dua Mu yang dikenakannya merupakan motif khas Aceh Utara yang telah dipatenkan sejak 2020. Sementara busana adat dengan motif tersebut pertama kali diperkenalkan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8.

“Hari ini saya mengangkat khusus baju adat khas Aceh Utara. Motif kita harus terus dikembangkan, harus selalu kita pakai dan kita perkenalkan ke daerah luar bahwa Aceh Utara punya khas daerah sendiri, yaitu Pisang Dua Mu,” ujar Musliana.

Menurutnya, pakaian adat tidak hanya berbicara tentang keindahan busana, tetapi juga menjadi media untuk membawa identitas daerah ke ruang publik. Karena itu, ia memilih mengenakan langsung busana tersebut saat acara pembukaan Milad ke-800 Samudera Pasai.

Baginya, mengenakan budaya sendiri merupakan cara paling sederhana untuk membuat orang lain mengenal dan menghargai identitas daerah.

Musliana berharap motif Pisang Dua Mu terus dikembangkan dan tidak berhenti hanya sebagai motif pada pakaian. Motif tersebut dapat dituangkan dalam berbagai produk kreatif sehingga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Harus kita kembangkan, harus kita bina dan harus selalu kita perkenalkan,” katanya.

Momentum 800 tahun Samudera Pasai, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan berbagai kekayaan budaya Aceh Utara. Ia berharap identitas daerah semakin kuat dan produk budaya maupun karya para perajin Aceh Utara mampu dikenal hingga ke luar daerah.

Musliana juga berharap perjalanan budaya Aceh Utara tidak berhenti pada perayaan 800 tahun. Generasi mendatang diharapkan tetap mengenal, memakai, mengembangkan, serta bangga terhadap warisan budaya daerah.

Pisang Dua Mu pun diharapkan bukan sekadar motif pada kain, melainkan jejak identitas Aceh Utara yang terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....