Pulihkan Trauma Healing, DP3AP2KB Dorong Perempuan Berdaya Ekonomi

  • 08 Sep 2026 13:23 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Kota Lhokseumawe- Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar trauma healing bagi perempuan pascabencana sebagai upaya memulihkan kondisi psikologis sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Aula Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Lhokseumawe, Selasa, 8 September 2026.

Kepala DP3AP2KB Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST., MSM., CMED., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan trauma, tetapi juga mendorong perempuan agar kembali berdaya dan mampu berkontribusi dalam memperkuat ekonomi keluarga.

“Kita ingin perempuan pulih dari trauma, sekaligus keluarga menjadi berdaya. Trauma itu bukan hanya akibat banjir, tetapi juga bisa karena gempa maupun bencana sosial lainnya,” ujar Salahuddin.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 80 perempuan diundang sebagai peserta. Mereka merupakan warga yang dinilai mengalami dampak dan trauma pascabencana berdasarkan informasi dari keuchik di wilayah masing-masing.

Salahuddin menjelaskan, trauma pascabencana dapat terlihat dari respons berlebihan terhadap situasi tertentu. Misalnya, seseorang langsung panik ketika merasakan meja atau kursi bergoyang meskipun tidak terjadi gempa. Begitu pula ketika langit mulai mendung, muncul kekhawatiran bahwa banjir akan kembali terjadi.

“Artinya masyarakat belum pulih traumanya. Makanya kita buat kegiatan ini untuk memulihkan trauma masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, DP3AP2KB melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menyediakan layanan pendampingan psikologis dan sosial secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat dapat datang langsung ke kantor untuk mendapatkan layanan. Bagi warga yang tidak memungkinkan datang, tim juga menyediakan layanan home visit atau kunjungan langsung ke tempat masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Tim psikolog juga dapat dihubungi melalui kontak layanan yang disediakan dan siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau kurang nyaman datang ke kantor, ada ruang khusus. Semua rahasia dijamin dan hak masyarakat untuk mendapatkan kerahasiaan juga kami jamin,” tegasnya.

Dorong Perempuan Berdaya Secara Ekonomi

Salahuddin menambahkan, pemulihan trauma perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini dinilai penting, terutama bagi keluarga nelayan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi membuat nelayan tidak dapat melaut, pendapatan keluarga otomatis ikut terhenti. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak.

Karena itu, perempuan didorong memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan keluarga menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya dengan mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi produk makanan dengan nilai jual lebih tinggi.

“Ketika bapak membawa pulang ikan, jangan hanya dijual begitu saja. Bisa diberi added value, misalnya dibuat ikan panggang, keumamah dan produk lainnya. Itu yang kita harapkan,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis rumah tangga dapat menjadi sumber pendapatan alternatif sehingga keluarga tetap memiliki penghasilan ketika kepala keluarga tidak dapat bekerja akibat cuaca maupun kondisi bencana.

DP3AP2KB Lhokseumawe, lanjutnya, akan memperkuat sinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk sektor perdagangan, koperasi, UMKM dan sosial, agar pemulihan perempuan pascabencana dapat berlanjut pada peningkatan kemandirian ekonomi keluarga.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami juga mengajak masyarakat untuk peduli dan mau datang kepada kami agar traumanya bisa dipulihkan. Layanannya gratis,” pungkas Salahuddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....