Workshop Ekraf Dorong UMKM Lhokseumawe Naik Kelas
- 28 Agt 2026 12:39 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe -Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., saat membuka Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Hotel Diana Kota Lhokseumawe, Kamis, 27 Agustus 2026.
Mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari sulam, anyaman, fashion mukena, kain tenun, kuliner hingga berbagai usaha kreatif lainnya.

Husaini mengatakan pemulihan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan penguatan usaha dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
«“Pemulihan tidak hanya dengan pembangunan kembali infrastruktur, namun juga dengan mendorong masyarakat kembali membangun usaha dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Husaini.»
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini dapat dipromosikan kepada konsumen dengan jangkauan yang jauh lebih luas.

“Dalam hal ini teknologi digital memiliki peran yang strategis. Pemanfaatannya dapat membuka akses pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, mengatakan teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat kemajuan usaha masyarakat.
“Kita ingin kekayaan alam Kota Lhokseumawe dapat dibangun dengan kreativitas dan inovasi, sehingga masyarakat Lhokseumawe jauh lebih baik lagi dalam memahami teknologi digital,” kata Tri Wahyudi.
Ia menambahkan, pemanfaatan aplikasi dan platform digital diharapkan mampu membuat usaha masyarakat berkembang lebih cepat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami ingin membangun bagaimana usaha di Kota Lhokseumawe lebih cepat dan maju melalui aplikasi dan digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Lhokseumawe, Yudo Herlambang, memperkenalkan kembali aplikasi SIAPIK yang dapat membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara lebih tertib.
Menurut Yudo, administrasi keuangan yang baik menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kredibilitas usaha, termasuk ketika pelaku UMKM membutuhkan akses pembiayaan dari perbankan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, S.IP., M.AP., mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia menyatakan dukungan pemerintah dalam memperluas informasi terkait program dan peluang pengembangan UMKM melalui berbagai kanal komunikasi.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan berharap informasi mengenai pemanfaatan teknologi digital, pemasaran dan pengembangan UMKM dapat diketahui lebih luas oleh masyarakat. Produk-produk lokal Lhokseumawe juga perlu mendapatkan ruang promosi yang lebih besar melalui media digital,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta juga memperoleh materi praktis mengenai pemanfaatan aplikasi SIAPIK, TOCO sebagai platform pasar digital dan iklan baris berbasis komunitas, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran dan pengiklanan produk.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga semakin terampil mengelola usaha, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan membangun strategi pemasaran yang lebih efektif.
Workshop BDE menjadi momentum untuk mendorong UMKM Lhokseumawe bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga produk-produk lokal semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu menjadi penggerak pemulihan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....