21 Paskibraka Lhokseumawe Ditempa jelang 17 Agustus 2026

  • 12 Agt 2026 05:13 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Hentakan kaki terdengar serentak di lapangan. Di bawah terik matahari, 21 anggota Paskibraka Pemerintah Kota Lhokseumawe terus ditempa dengan disiplin dan ketelitian untuk menunaikan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Gerakan demi gerakan dilakukan berulang. Setiap langkah, posisi tangan hingga perubahan formasi mendapat perhatian dan koreksi dari para pelatih. Tidak ada ruang untuk bergerak sembarangan, karena tugas pengibaran bendera menuntut ketepatan, kekompakan dan konsentrasi tinggi.

Latihan yang berlangsung Selasa, 11 Agutus 2026, tersebut dipimpin Pelda Kenedy Sinaga, Katim pelatih dari Kodim 0103/Aceh Utara, bersama lima pelatih lainnya. Hingga saat ini, para peserta telah menjalani latihan selama 11 hari, sejak 30 Juli 2026.

Sebanyak 21 anggota Paskibraka terdiri dari 13 putra dan 8 putri. Mereka merupakan siswa SMA sederajat yang berasal dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe, yakni Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua dan Blang Mangat.

Pelda Kenedy Sinaga mengatakan latihan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, peserta diberikan materi dasar Peraturan Baris-Berbaris (PPBB), kemudian latihan di tempat, berpindah tempat hingga pembukaan formasi untuk pengibaran.

“Dari awal kami sudah berlatih dari dasar PPBB, kemudian berpindah tempat, dan sekarang sudah sampai buka formasi untuk pengibaran,” ujar Pelda Kenedy Sinaga.

Memasuki masa pemantapan, para peserta mulai diarahkan sesuai posisi dan tugas masing-masing. Setiap anggota dituntut memahami perannya agar seluruh formasi dapat berjalan secara serentak ketika pelaksanaan upacara.

Kedisiplinan tidak hanya diterapkan selama berada di lapangan. Seluruh anggota Paskibraka juga telah diasramakan. Aktivitas mereka dimulai sekitar pukul 04.30 WIB dengan persiapan salat Subuh.

Setelah itu, peserta mandi, sarapan dan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tensi. Sekitar pukul 07.30 WIB, mereka bergerak dari Kodim menuju lokasi latihan.

Setibanya di lapangan, kegiatan diawali apel pagi dan senam. Tepat pukul 09.00 WIB, latihan inti dimulai. Materi meliputi latihan pengibaran dan penurunan bendera, pemantapan formasi serta koreksi terhadap berbagai kesalahan gerakan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, peserta beristirahat dan melaksanakan salat Zuhur. Setelah itu, mereka kembali menjalani pembinaan fisik berupa lari siang dan latihan fisik lainnya.

Latihan kemudian dilanjutkan sekitar pukul 14.30 WIB hingga sore hari, bahkan berlangsung sampai sekitar pukul 17.30 WIB.

“Dalam satu hari, latihan dilakukan pagi dan sore. Pagi setelah pemanasan dilanjutkan latihan pengibaran dan penurunan serta koreksi. Setelah itu istirahat, ishoma, kemudian pembinaan fisik dan sore kembali latihan,” jelas Pelda Kenedy Sinaga.

Namun, proses pemantapan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan perlengkapan pendukung latihan.

Pelda Kenedy Sinaga menyebut pihaknya telah beberapa kali menyampaikan kebutuhan perangkat wireless untuk komandan pasukan dan speaker agar instruksi dapat terdengar lebih jelas oleh seluruh peserta.

Selain persoalan perlengkapan, kondisi lapangan yang ramai juga menjadi tantangan. Pada pagi hari, lokasi latihan masih digunakan masyarakat untuk berolahraga. Suara drumband dan berbagai aktivitas lainnya terkadang membuat suara komandan pasukan sulit didengar.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pelatih maupun anggota Paskibraka. Latihan terus dilakukan dengan berbagai penyesuaian, sementara setiap gerakan terus dikoreksi hingga benar-benar sesuai dengan formasi yang telah ditentukan.

Bagi para pelatih, keberhasilan pengibaran bendera bukan hanya ditentukan oleh kemampuan baris-berbaris, tetapi juga kedisiplinan dan konsentrasi setiap anggota.

“Kami berharap anak-anak konsentrasi dalam menyelesaikan setiap latihan sehingga terhindar dari kesalahan sekecil apa pun,” kata Pelda Kenedy Sinaga.

Ia juga mengharapkan dukungan seluruh masyarakat dan Pemerintah Kota Lhokseumawe, khususnya masyarakat dari empat kecamatan asal para anggota Paskibraka, agar memberikan doa dan dukungan hingga hari pelaksanaan.

“Kami mohon doa restunya agar anak-anak ini sukses dalam pelaksanaan kegiatan pengibaran maupun penurunan pada saat 17 Agustus 2026,” ujarnya.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, latihan pun terus dipacu. Dua puluh satu pelajar tersebut kini tidak hanya mempersiapkan gerakan, tetapi juga mental dan tanggung jawab untuk menjalankan amanah di hadapan masyarakat Kota Lhokseumawe.

Setiap hentakan kaki yang terdengar di lapangan menjadi bagian dari persiapan menuju satu momen sakral: ketika Sang Merah Putih dikibarkan, dan 21 putra-putri terbaik itu berdiri tegak membawa kehormatan daerah dalam peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....