Sebanyak 800 Piasan Pasai, Ayah Wa Ingin Lahirkan Ikon Oleh-Oleh Aceh Utara

  • 09 Sep 2026 23:14 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Milad ke-800 Samudera Pasai tidak hanya menghadirkan panggung megah dan pertunjukan budaya. Di balik perayaan tersebut, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau Ayah Wa ingin menjadikan momentum bersejarah itu sebagai ruang untuk menemukan ikon khas Aceh Utara. Rabu, 9 September 2026.

Melalui rangkaian 800 Piasan Pasai, masyarakat diajak menampilkan beragam tradisi, kesenian hingga kuliner khas Aceh Utara selama tujuh hari tujuh malam.

Ayah Wa mengatakan, setiap malam akan menghadirkan piasan yang berbeda. Salah satunya pertunjukan rapai yang tampil pada malam pembukaan.

“800 piasan itu artinya 800 macam piasan, bukan 800 stan,” kata Ayah Wa.

Selain seni dan budaya, rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai lomba memasak makanan tradisional Aceh Utara, mulai dari kuah beulangong, kuah pliek, kuah ie eumee hingga aneka kuliner khas lainnya.

Menurut Ayah Wa, seluruh makanan tersebut nantinya akan dinilai untuk mencari satu kuliner yang paling layak menjadi ikon Aceh Utara.

Ia berharap, seperti daerah lain yang memiliki oleh-oleh khas, Aceh Utara juga mempunyai produk yang ketika disebut namanya langsung mengingatkan orang kepada daerah ini.

“Misalnya kalau kita pulang dari Banda Aceh, kita mampir beli adee Kak Nah. Kalau ke Medan, orang pesan bika ambon. Kalau di Aceh Utara, itulah yang sedang kita cari,” ujarnya.

Penilaian akan dilakukan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pada malam penutupan, makanan yang dinilai paling menonjol akan dipilih untuk kemudian dikembangkan menjadi ikon dan oleh-oleh khas Aceh Utara.

“Setelah kita rasakan ini semua, nanti akan kita sematkan menjadi oleh-oleh, menjadi ikon Aceh Utara,” kata Ayah Wa.

Ia berharap momentum 800 tahun Samudera Pasai tidak berhenti sebagai perayaan sejarah, tetapi mampu melahirkan sesuatu yang dapat dibanggakan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Bagi Ayah Wa, 800 Piasan Pasai bukan sekadar pertunjukan, tetapi kesempatan menemukan identitas Aceh Utara yang bisa dibawa pulang oleh siapa saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....