Cokelat Nisam Digadang Jadi Ikon Oleh-Oleh Aceh Utara

  • 11 Sep 2026 15:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Cokelat olahan kakao dari Kecamatan Nisam, Aceh Utara, mulai diperkenalkan sebagai salah satu produk unggulan yang berpotensi menjadi ikon oleh-oleh daerah. Jumat, 11 September 2026.

Produk tersebut dipamerkan dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 Aceh Utara yang mengangkat tema “Tajaga Adat, Tapeugong Syariat.” Pameran ini menjadi ruang promosi bagi produk lokal dari berbagai kecamatan.

Perwakilan Kecamatan Nisam, Mahdi Abdullah, mengatakan tanaman kakao masih banyak dibudidayakan masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Nisam. Selain kakao, petani juga mengembangkan sawit, kelapa, pinang dan karet.

“Alhamdulillah, petani kita masih banyak yang melakukan budidaya tanaman kakao. Ada beberapa desa yang dominan,” ujar Mahdi.

Menurutnya, Milad Samudera Pasai ke-800 menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan produk cokelat lokal kepada masyarakat. Apalagi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Aceh Utara memiliki produk olahan cokelat sendiri.

Di stan Kecamatan Nisam, pengunjung dapat menemukan beragam olahan kakao, mulai dari minuman sari cokelat murni, cokelat batang, cokelat mete, cokelat almond, bubuk cokelat, biji kakao murni hingga brownies.

“Ini kesempatan besar untuk melakukan promosi. Banyak pengunjung datang dan baru mengetahui bahwa di Aceh Utara sudah ada produk cokelat sendiri,” katanya.

Mahdi mengatakan harga produk juga dibuat terjangkau untuk menarik minat masyarakat. Minuman cokelat murni, misalnya, ditawarkan Rp5.000 per porsi selama kegiatan berlangsung. Sementara produk lainnya dijual dengan harga bervariasi sesuai jenis dan kemasan.

Ia berharap promosi tersebut tidak berhenti pada kegiatan Milad Samudera Pasai, tetapi berlanjut menjadi upaya serius mengembangkan industri kakao Aceh Utara.

“Harapan saya, cokelat kita ini bisa seperti Cadbury Aceh dan mampu bersaing dengan produk-produk luar seperti SilverQueen,” ujarnya.

Mahdi juga mendorong pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap pengolahan kakao, sehingga komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah dan mampu menjadi produk khas sekaligus ikon oleh-oleh Aceh Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....