Milad 800 Samudera Pasai Jadi Etalase Produk UMKM Aceh Utara

  • 08 Sep 2026 07:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai tidak hanya menjadi momentum mengenang kejayaan sejarah dan budaya Aceh Utara, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Senin, 7 September 2026.

Hal itu terlihat dari kehadiran stand expo UMKM binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Aceh Utara yang menghadirkan beragam produk hasil kreativitas pelaku usaha dari sejumlah wilayah di Aceh Utara.

Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara, Kusairi, ST., M.S.M., mengatakan produk yang dipamerkan merupakan hasil UMKM yang selama ini mendapatkan pembinaan dari pemerintah.

“Ini hasil produksi UMKM yang telah kita bina. Dengan adanya acara seperti ini, kita punya kesempatan memanggil UMKM yang pernah kita bina untuk membawa produknya ke sini,” ujar Kusairi.

Beragam kuliner tradisional Aceh turut menghiasi stand expo tersebut, di antaranya kekarah, kembang loyang, kue somprong, kue bawang, serta berbagai panganan khas lainnya.

Selain itu, terdapat makanan ringan berupa stik buah yang dibuat dari bahan dasar labu dan ketela. Produk tersebut menjadi salah satu olahan UMKM yang ikut diperkenalkan kepada para pengunjung.

Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Utara, Kusairi, ST., M.S.M.,

Tidak hanya kuliner, sejumlah produk kerajinan masyarakat juga ikut dipamerkan, salah satunya peci. Produk kerajinan tersebut merupakan bagian dari hasil binaan Disperindagkop dan UKM Aceh Utara bersama Dekranas.

Menurut Kusairi, kehadiran UMKM dalam expo Milad ke-800 Samudera Pasai menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat secara lebih luas.

“Dengan acara-acara seperti ini, masyarakat luas mengenal apa produk-produk kita yang ada di Aceh Utara,” katanya.

Produk yang dipamerkan juga dapat dibeli langsung oleh pengunjung dengan harga terjangkau. Selain menjadi sarana promosi, stand expo tersebut sekaligus membuka peluang transaksi dan mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen secara langsung.

Kusairi menyebut pembinaan UMKM dilakukan di berbagai wilayah yang tersebar di 27 kecamatan Aceh Utara, baik melalui Disperindagkop dan UKM maupun bersama Dekranas serta lembaga lainnya.

Ia berharap momentum Milad ke-800 Samudera Pasai dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan mendorong mereka semakin berkembang.

“Mudah-mudahan dengan momen 800 tahun Aceh Utara ini, UMKM bisa bangkit. Minimal bisa naik kelas,” ujar Kusairi.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, kegiatan promosi dan pembinaan seperti expo diharapkan terus dilakukan agar produk lokal Aceh Utara semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....