Mal-Mal Besar Mulai Dipagari, Strategi Keamanan di tengah Tekanan Ekonomi

  • 02 Agt 2026 23:31 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Indonesia belakangan menjadi perhatian publik. Sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya terlihat memasang pagar besi permanen di area luar kompleks, memunculkan berbagai spekulasi di media sosial mengenai alasan di balik kebijakan tersebut.

Dikutip dari Detik Finance, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, serta mengatur akses keluar-masuk pengunjung. Menurutnya, langkah tersebut juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi, termasuk perubahan infrastruktur jalan hingga pengamanan kawasan yang berdekatan dengan titik-titik keramaian atau lokasi aksi unjuk rasa.

Beberapa pusat perbelanjaan yang telah memasang pagar di antaranya Kota Kasablanka di Jakarta serta Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall di Surabaya. Pada beberapa lokasi, pagar dipasang untuk melindungi pejalan kaki setelah adanya perubahan akses jalan, sementara di lokasi lain digunakan untuk memperkuat sistem pengamanan kawasan.

Fenomena tersebut muncul di tengah tantangan yang masih dihadapi industri ritel nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan kontribusi sekitar 54 persen, sehingga sektor ritel tetap bergantung pada tingkat belanja masyarakat sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Namun, dikutip dari CNBC Indonesia, APPBI menyebut pola konsumsi masyarakat mulai mengalami perubahan. Secara nominal nilai belanja masih meningkat, tetapi volume barang yang dibeli cenderung menurun karena masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uangnya. Konsumen kini lebih mengutamakan kebutuhan pokok dan mencari produk dengan harga yang lebih terjangkau sebagai respons terhadap tekanan biaya hidup.

Di sisi lain, industri ritel juga menghadapi kenaikan biaya operasional, mulai dari logistik, energi, hingga bahan baku. Kondisi tersebut dinilai mendorong pengelola pusat perbelanjaan untuk melakukan berbagai penyesuaian, tidak hanya dari sisi efisiensi operasional, tetapi juga dengan meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan guna mempertahankan tingkat kunjungan masyarakat.

Sejumlah penelitian di bidang perilaku konsumen juga menunjukkan bahwa rasa aman dan kenyamanan lingkungan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan. Konsep Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) yang banyak diterapkan di berbagai negara menyebutkan bahwa pengaturan akses, pembatas fisik, serta sistem pengawasan dapat meningkatkan persepsi keamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan komersial.

Meski demikian, APPBI menegaskan bahwa pemasangan pagar di sejumlah mal bukan disebabkan oleh adanya ancaman keamanan tertentu maupun penurunan kondisi ekonomi secara langsung. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan kawasan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pusat perbelanjaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....