Pemkab Aceh Tamiang Telusuri Identitas PMI Korban di Malaysia
- 24 Jun 2026 14:07 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tamiang – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus melakukan penelusuran identitas seorang perempuan yang diduga menjadi korban pembunuhan di Sepang, Selangor, Malaysia. Korban diketahui bernama Putri Hensy Aprilda (22), yang sebelumnya sempat tercatat sebagai warga Kampung Alur Manis, Kecamatan Rantau. 24 Juni 2026
Namun berdasarkan hasil penelusuran pemerintah daerah, Putri diketahui merupakan warga asli Kampung Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.
Camat Rantau, Desy Nuriza, mengatakan informasi terkait meninggalnya Putri pertama kali diterima dari Datok Penghulu Kampung Alur Manis pada Sabtu (20/6/2026). Menindaklanjuti kabar tersebut, pihak kecamatan segera melakukan verifikasi identitas korban.
“Begitu kami menerima informasi tersebut, kami langsung melakukan penelusuran. Dari keterangan Datok Penghulu, almarhumah memang pernah tercatat sebagai warga Kampung Alur Manis,” kata Desy, Selasa (23/6/2026).
Hasil penelusuran menunjukkan Putri pernah menikah dengan seorang warga Kampung Alur Manis dan sempat menetap di wilayah tersebut. Namun setelah rumah tangganya berakhir, ia kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Seruway sebelum kemudian merantau ke Malaysia untuk bekerja.
Menurut Desy, pemerintah kecamatan saat ini turut membantu proses administrasi pemulangan jenazah dari Malaysia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerbitkan surat keterangan domisili sebagai dokumen pendukung bagi pihak keluarga.
“Surat keterangan tersebut kami keluarkan untuk mempermudah proses pemulangan jenazah. Secara administratif almarhumah memang pernah terdaftar sebagai warga Kampung Alur Manis, meskipun nantinya jenazah akan dipulangkan ke Kampung Pantai Balai, tempat keluarganya berada,” ujarnya.
Selain membantu administrasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga telah berkoordinasi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Bantuan yang disiapkan mencakup dukungan administrasi, bantuan sosial, kebutuhan pokok, hingga dukungan untuk proses pemakaman dan kegiatan keagamaan setelah jenazah tiba di kampung halaman.
“Kami akan membantu semampunya sebagai bentuk kepedulian dan belasungkawa pemerintah kepada keluarga korban, baik dalam urusan administrasi maupun kebutuhan lain yang diperlukan,” kata Desy.
Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” tuturnya.
Sebelumnya, Putri Hensy Aprilda bersama bayi yang baru dilahirkannya dilaporkan meninggal dunia di Sepang, Selangor, Malaysia. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada 3 Juni 2026.
Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang di Malaysia, sementara pemerintah daerah bersama perwakilan Indonesia terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan jenazah dan pendampingan terhadap keluarga korban berjalan dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....