Kanal Intake Rusak, Ribuan Pelanggan Tirta Tamiang Terdampak Pasokan Air Lumpuh
- 12 Jun 2026 16:36 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Tamiang - Ribuan pelanggan Perumda Tirta Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang terdampak gangguan layanan air bersih setelah sistem produksi perusahaan daerah tersebut berhenti total akibat kerusakan kanal intake utama yang menjadi sumber pasokan air baku.
Gangguan terjadi sejak Jumat 12 Juni 2026 pagi dan menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah tidak dapat dilakukan. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bagian sumber air baku dan pintu kanal yang sebelumnya terdampak banjir.
Kasubag Produksi Perumda Tirta Tamiang, Hadi Setiawan, mengatakan kerusakan tersebut mengakibatkan debit air yang masuk ke instalasi pengolahan menurun drastis hingga operasional produksi air bersih tidak dapat dijalankan.
“Hari ini Perumda Tirta Tamiang mengalami off total karena kendala pada kanal intake, terutama di sumber air baku. Kami sedang berjibaku dalam kondisi kering karena pasokan air tidak mencukupi untuk produksi,” ujar Hadi.
Hingga Jumat sore, kondisi sistem produksi belum dapat dipulihkan karena pasokan air baku masih jauh di bawah kebutuhan minimal operasional.
Akibat gangguan tersebut, pelayanan air bersih tidak hanya terganggu di Kecamatan Karang Baru, tetapi juga berdampak pada pelanggan di Kecamatan Manyak Payed, Sekerak, serta sebagian wilayah Kota Kualasimpang.
Menurut Hadi, pihaknya telah melaporkan kerusakan kanal intake kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan arahan yang diterima, penanganan kerusakan di lapangan menjadi tanggung jawab PT Adhi Karya. Namun hingga kini proses perbaikan belum juga dilakukan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan kondisi ini. Bahkan sudah ada janji untuk menurunkan alat berat, tetapi sampai sekarang belum ada pekerjaan yang dilakukan di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Tamiang tidak memiliki kemampuan maupun peralatan berat yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan kanal secara mandiri, terutama di tengah kondisi pascabencana yang masih menyisakan berbagai keterbatasan.
Karena itu, pihaknya berharap PT Adhi Karya segera menindaklanjuti arahan dari Kementerian PU agar proses perbaikan dapat segera dimulai dan distribusi air bersih kembali normal.
“Kendala terbesar saat ini adalah kekurangan debit air akibat kerusakan kanal. Kami berharap Adhi Karya segera menurunkan alat berat karena kami tidak sanggup menangani pekerjaan ini sendiri,” ujarnya.
Perumda Tirta Tamiang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan air bersih yang terjadi. Manajemen memastikan berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan meskipun kerusakan yang terjadi berada di luar kewenangan perusahaan.
“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya pelanggan Perumda Tirta Tamiang. Kejadian ini berada di luar kendali kami, namun kami terus berupaya agar pelayanan dapat kembali normal secepat mungkin,” kata Hadi.
Perusahaan berharap perbaikan kanal intake dapat segera dilakukan mengingat infrastruktur tersebut merupakan jalur utama pasokan air baku yang menentukan keberlangsungan layanan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....