Dedikasi Pelestarian Budaya, Bu Dini Terima Anugerah Tokoh Seni Aceh Utara

  • 14 Sep 2026 16:31 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Perjalanan panjang Diniah, S.Pd., dalam merawat seni dan budaya Aceh mendapat penghargaan. Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Utara yang akrab disapa Bu Dini tersebut dinobatkan sebagai Tokoh Seni dan Budaya Aceh Utara Tahun 2026.

Penghargaan diberikan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., dalam malam penutupan Milad ke-800 Samudera Pasai dan Piasan Pasee, Minggu 13 September 2026. Penganugerahan itu menjadi bagian dari rangkaian apresiasi terhadap pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga kebudayaan daerah.

Lebih dari sekadar penghargaan, anugerah tersebut menjadi penanda perjalanan Bu Dini yang telah mengabdikan dirinya di bidang seni dan budaya sejak 2003. Selama kurun waktu tersebut, ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesenian, adat, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kiprahnya terlihat dari keberadaan Sanggar Lam Peunangke Aceh Utara. Sejak 2004, Bu Dini dipercaya memimpin sanggar tersebut sebagai ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan seni tradisional.

Pengalamannya di bidang kesenian juga diperkuat dengan keterlibatannya dalam Dewan Kesenian Aceh Kabupaten Aceh Utara. Ia pernah menjadi seniman sekaligus pengurus lembaga tersebut pada periode 2006 hingga 2014.

Dedikasi terhadap kebudayaan kemudian berlanjut melalui Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara. Selama dua periode menjadi pengurus, Bu Dini ikut terlibat dalam kegiatan pelestarian dan pengenalan nilai-nilai adat serta budaya Aceh kepada masyarakat.

Kecintaannya terhadap seni tradisi juga diwujudkan melalui Sanggar Grup Peusaboh Hate yang dibinanya melalui MAA Aceh Utara. Kehadiran sanggar ini menjadi salah satu upaya mempertahankan kesenian warisan indatu agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.

Di luar aktivitas kebudayaan, Bu Dini turut aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan. Ia terlibat dalam kepengurusan PKK Kabupaten Aceh Utara serta dipercaya memimpin Lembaga Pemersatu Wanita Sejahtera.

Bu Dini menyebut penghargaan yang diterimanya sebagai motivasi untuk melanjutkan pengabdian. Ia menilai pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama agar generasi muda tidak kehilangan identitas dan hubungan dengan warisan leluhur.

“Anugerah ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan mengabdi. Seni dan budaya adalah jati diri kita. Apa yang diwariskan oleh indatu harus kita jaga dan kita teruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Momentum Milad ke-800 Samudera Pasai, menurutnya, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali perhatian terhadap kebudayaan. Sejarah dan kejayaan Samudera Pasai tidak hanya perlu dikenang, tetapi harus diterjemahkan dalam upaya nyata menjaga seni, adat, dan identitas budaya Aceh Utara untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....