Deklarasi Rumoh Rapai Pase,16 Syekh dan Ketua Grup Rapai Pase Terima Penghargaan

  • 27 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Sebanyak 16 pemimpin seni rapai yang terdiri dari para syekh dan ketua grup menerima piagam penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga, merawat, serta mewariskan kebudayaan Rapai Pase kepada generasi penerus.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Pertunjukan Budaya dan Deklarasi Rumoh Rapai Pase bertajuk "Duel Akbar 50 Rapai Pase" yang digelar di Gampong Dayah Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 25/l Juli 2026 malam.

Pertunjukan budaya yang mengusung tema "Gemuruh Warisan, Harmoni Peradaban" tersebut mempertemukan 50 Rapai Pase dari dua kawasan, yakni Blah Nou Krueng (Tengah–Barat Aceh Utara) dan Blah Deh Krueng (Tengah–Timur Aceh Utara).

Para penerima penghargaan terdiri dari para syekh senior yang telah puluhan tahun merawat rapai pusaka peninggalan indatu (leluhur), serta para ketua grup yang konsisten menghidupkan tradisi uroeh dan pembinaan regenerasi di gampong masing-masing.

Yaitu, Muhammad IB (Syekh Grup Rapai Pase Raja Mulieng) – Diserahkan oleh Sekda Aceh Utara, Dayan Albar (mewakili Bupati Aceh Utara).Tayuddin (Syekh Grup Rapai Pase Raja Buwah) – Diserahkan oleh Jafaruddin, Ketua Panitia & Pendiri Rumoh Rapai Pase. Muid Syafii (Syekh Rapai Pase) – Diserahkan oleh Mukim Syamtalira Aron, M. Yusuf.

Kemudian M. Yacob IB (Syekh Grup Rapai Pase Geulumpang VII) – Diserahkan oleh Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, S.STP., M. Taib (Syekh Grup Rapai Pase) – Diserahkan oleh perwakilan Danramil Syamtalira Aron. Amat B (Syekh Grup Rapai Cut Meutia) – Diserahkan oleh Dr. Kamaruddin Hasan, M.Si. (Tim Rumoh Rapai Pase). M. Hasan (Syekh Grup Rapai Pase Pusaka Indatu) – Diserahkan oleh perwakilan Polsek Syamtalira Aron. M. Yusuf R (Ketua Grup Rapai Pase Barona Jaya) – Diserahkan oleh Wakil Rektor III Universitas Malikussaleh, Dr. Alfian, MA.

Selanjutnya, Rusli M. Yacob (Ketua Grup Rapai Raja Meudeuhak) – Diserahkan oleh Masriadi, M.Kom.I. (Tim Rumoh Rapai Pase). M. Nasir (Ketua Grup Rapai Pase Tam-Tum Kram Krum Boh Beureutoh) – Diserahkan oleh Harinawati, MA. (Tim Rumoh Rapai Pase). Adharyadi (Ketua Grup Rapai Pase Peureupok) – Diserahkan oleh Mukhtaruddin, M.Sos. (Tim Rumoh Rapai Pase). Zamanhuri alias Moris (Ketua Grup Rapai Pase Sibrok Blang Pha) – Diserahkan oleh Keuchik Gampong Dayah Meuria, Hizulyadi AB, A.Md.

Sedangkan untuk M. Saleh (Ketua Grup Rapai Pase Putroe Canden) – Diserahkan oleh Kadisdikbud Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, M.Pd. Abdullah (Ketua Grup Rapai Pase Geulumpang VII, Matangkuli) – Diserahkan oleh Kadisporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, M.Pd. Karimuddin (Syekh Rapai Pase Raja Meudeuhak) – Diserahkan oleh Dr. Zahari (Tim Rumoh Rapai Pase). Faizan Abdillah (Syekh Grup Rapai Pase Putra Pase) – Diserahkan oleh perwakilan Tim Rumoh Rapai Pase.

Ketua Panitia sekaligus Pendiri Rumoh Rapai Pase, Jafaruddin, menegaskan bahwa penyerahan piagam ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan bentuk penghormatan tertinggi kepada para pelaku budaya di garis depan.

"Sebagian dari mereka telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk Rapai Pase. Merekalah yang merawat rapai pusaka, melatih awak rapai, serta memastikan pengetahuan tradisi ini diturunkan. Bahkan saat tidak ada pertunjukan besar, mereka terus memperbaiki membran dan menjaga tradisi di gampong," tegas Jafaruddin.

Suasana malam penghargaan kian bermakna karena memadukan elemen lintas generasi. Para syekh senior berusia 60 hingga 70 tahun tampil dalam satu arena bersama penabuh muda, bergantian memainkan puluhan Rapai Pase dalam seung hingga dini hari. Dari 50 rapai yang ditabuh, sebagian besar merupakan alat musik pusaka peninggalan indatu, dan tujuh di antaranya adalah rapai karya baru buatan generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan Deklarasi Rumoh Rapai Pase sebagai wadah kolaboratif pelestarian, riset, dokumentasi, regenerasi, hingga promosi digital. Wadah ini dirancang mempertemukan para syekh, seniman, akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum.

Fokus utama Rumoh Rapai Pase di antaranya melakukan pendokumentasian tertulis atas tradisi lisan para syekh, mencakup silsilah rapai pusaka, teknik pembuatan, pola tabuhan, hingga sejarah tradisi uroeh.

Kegiatan ini digagas oleh Tim Rumoh Rapai Pase yang melibatkan dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan komunitas budaya lokal. Acara ini didukung penuh oleh BPMA–MedcoEnergi, BPMA–Pema Global Energi (PGE), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh, dan Perta Arun Gas (PAG).

Sedangkan Programpelestarian tersebut mendapat dukungan Dana Indonesiana yang dikelola LPDPbersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta berbagai mitra yangikut mendukung pelaksanaan kegiatan di Aceh Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....