Lantunan Yasin dan Air Mata, Doa Wartawan Aceh untuk Lima Jurnalis Hilang
- 19 Sep 2026 10:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Di tengah suasana malam yang tenang, lantunan Surat Yasin menggema dari Anjungan Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Jumat (18/9/2026). Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Pasai (AWP) berkumpul, menyatukan doa untuk lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda.
Malam itu, para jurnalis tidak sedang mengejar berita, menyusun naskah, atau menunggu narasumber. Mereka hadir dalam satu ikhtiar kemanusiaan, berharap lima rekan seprofesi beserta tiga kru kapal yang menyertainya dapat segera ditemukan.
Yasinan dan doa bersama dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, dipimpin Tgk Irfan. Kegiatan tersebut diikuti wartawan dari wilayah tugas Aceh Utara dan Lhokseumawe, serta sejumlah organisasi profesi jurnalis, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).

Doa yang Berangkat dari Solidaritas
Kelima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya tersebut adalah M Bagus Khoirunnas, wartawan Kantor Berita Antara; Ari Basuki, wartawan Merdeka.com; Yudhistiro, wartawan iNews; Firdaus, jurnalis Anadolu; serta Donal, wartawan lepas atau freelance.
Koordinator Panitia Pelaksana Yasinan, Rahmad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan pers di Aceh terhadap para jurnalis dan kru kapal yang hilang. Proses pencarian disebut telah memasuki hari ke-10.
Menurut Rahmad, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah sekaligus menguatkan harapan keluarga dan rekan-rekan seprofesi.
"Kita meminta pertolongan atau mukjizat dari Allah dengan yasinan dan doa bersama hari ini. Semoga kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan," kata Rahmad.
Bagi para wartawan yang hadir, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan jurnalistik tidak selalu berlangsung dalam situasi yang aman. Di balik tugas mencari, merekam, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, terdapat risiko yang harus dihadapi para jurnalis di lapangan.
Rahmad mengajak seluruh rekan jurnalis untuk terus mendoakan kelima wartawan yang masih belum diketahui keberadaannya.
"Doa bersama ini juga menjadi pengingat, di balik tugas jurnalistik di lapangan, terdapat risiko dan tantangan yang harus dihadapi demi menyajikan informasi kepada publik," ujarnya.
Harapan di Balik Lantunan Surat Yasin
Sementara itu, Tgk Irfan yang memimpin doa bersama menyampaikan harapan agar kelima jurnalis beserta tiga kru kapal segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Doa tersebut dipanjatkan dengan keyakinan bahwa segala kemungkinan berada dalam kehendak Allah. Harapan keselamatan tetap disampaikan, sembari memohon agar pencarian berjalan lancar dan memberikan kabar bagi keluarga yang menanti.
"Kendatipun Allah berkehendak lain, semoga dengan berkat pahala pembacaan Surat Yasin ini, jasadnya ditemukan, husnul khatimah dan ditempatkan di tempat terindah di sisi Allah," tutur Tgk Irfan.
Malam di Lapangan Hiraq pun menjadi ruang perenungan bagi para jurnalis Aceh. Di antara bacaan Yasin dan doa yang dipanjatkan, terselip harapan agar setiap insan pers yang menjalankan tugas di berbagai penjuru negeri senantiasa diberikan perlindungan.
Doa itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ungkapan solidaritas dari rekan-rekan seprofesi yang berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal segera mendapatkan kepastian, serta keluarga mereka memperoleh jawaban atas penantian yang masih berlangsung.
Penulis Berita: Anita Diana
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....