Menapak Jejak Cut Nyak Meutia, Perjalanan Tiga Jam Melintasi Bukit dan Sungai
- 12 Agt 2026 15:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Utara - Perjalanan menuju Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia di kawasan Alue Kurieng, Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara, menjadi pengalaman yang tidak sekadar menguras tenaga, tetapi juga menghadirkan perenungan tentang arti sebuah perjuangan.
Rombongan Dinas Sosial Aceh harus menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam menggunakan kendaraan melewati jalan perbukitan yang terjal dan ekstrem. Ketika kendaraan tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan, langkah kaki menjadi satu-satunya pilihan.
Sekitar tiga jam perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Rombongan menyusuri sungai, melewati bebatuan licin, tanjakan, pepohonan lebat hingga batang-batang pohon tumbang yang menutup jalur.
Medan yang berat membuat setiap langkah harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Namun, di balik rasa lelah tersebut muncul sebuah renungan: jika menuju makam Cut Nyak Meutia hari ini saja membutuhkan perjuangan yang begitu besar, bagaimana beratnya perjalanan yang dahulu harus ditempuh para pejuang ketika melawan penjajahan?
Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Cut Aja Nurullah, S.H., M.M., mengatakan perjalanan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi rombongan.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, kami akhirnya sampai ke Makam Cut Nyak Meutia. Perjalanan ini benar-benar memberikan gambaran bahwa perjuangan para pahlawan dahulu tentu jauh lebih berat. Mereka menghadapi medan alam yang sulit tanpa fasilitas dan teknologi seperti yang kita miliki sekarang, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa,” ujar Cut Aja.Selasa 22 Agustus 2026.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kondisi makam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan.
“Apa yang kami rasakan hari ini mungkin hanya sedikit gambaran tentang beratnya medan yang dahulu dilalui para pahlawan. Dari sini kita belajar untuk lebih menghargai jasa mereka. Kemerdekaan yang kita nikmati tidak datang dengan mudah,” katanya.
Cut Nyak Meutia gugur dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda dan kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian dan keteguhan perempuan Aceh dalam mempertahankan tanah air.
Dalam kunjungan itu, rombongan Dinas Sosial Aceh juga melihat makam Teuku Chik Seupot Mata, salah seorang pejuang yang turut berjuang bersama Cut Nyak Meutia dan gugur dalam perlawanan terhadap Belanda di kawasan tersebut.
Cut Aja berharap sejarah perjuangan Teuku Chik Seupot Mata dapat terus dikaji dan didokumentasikan, termasuk kemungkinan untuk didorong dalam proses pengusulan sebagai pahlawan nasional sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi bagaimana perjuangan para pendahulu tetap hidup, dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Akses Jalan Menjadi Harapan
Penjaga makam, Teungku Muda Wali, menyampaikan bahwa akses menuju makam masih menjadi salah satu tantangan utama. Sebagian jalan telah dibangun, namun masih terdapat sekitar enam kilometer yang belum terselesaikan.
Ia berharap pembangunan akses dapat kembali dilanjutkan agar masyarakat lebih mudah berkunjung ke makam.
“Setiap minggu sebenarnya ada yang ingin datang, tetapi karena kondisi jalan sangat ekstrem, banyak yang akhirnya mengurungkan niat,” katanya.
Cut Aja mengatakan, perawatan makam dan pelestarian situs sejarah membutuhkan perhatian serta sinergi berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Mudah-mudahan ada jalan dan solusi dari semua pihak. Kita ingin kawasan makam pahlawan dirawat dengan baik dan aksesnya semakin mudah, sehingga masyarakat dapat datang untuk mengenang sekaligus belajar dari sejarah perjuangan para pahlawan,” ujarnya.
Perjalanan panjang menuju makam Cut Nyak Meutia akhirnya berakhir di hadapan pusara sang pahlawan.
Lelah yang dirasakan seolah menjadi kecil dibandingkan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang.
Dari tempat yang berada di tengah bukit, hutan dan sungai itu, satu pesan kembali terasa kuat: sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihayati dan diwariskan.
Perjuangan Cut Nyak Meutia adalah bagian dari ingatan bangsa. Semangat keberanian, keteguhan dan pengorbanannya diharapkan terus hidup dalam diri generasi Aceh dan generasi penerus Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....