Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Ribuan Warga Aceh Utara Larut dalam Lantunan Zikir
- 15 Agt 2026 13:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID. Aceh Utara - Suasana khusyuk dan penuh keharuan menyelimuti peringatan 21 Tahun Damai Aceh di Kabupaten Aceh Utara. Ribuan warga bersama para tokoh masyarakat, ulama, mantan kombatan, hingga generasi muda larut dalam lantunan zikir dan doa bersama untuk mengenang perjalanan panjang perdamaian di Bumi Serambi Mekkah.
Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebagai wujud rasa syukur atas berakhirnya konflik berkepanjangan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia melalui penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, berlangsung di Lapangan Landing, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu 15 Agustus 2026.
Zikir dan doa bersama dipimpin langsung oleh Imam Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Tgk Jamaluddin atau Walidi, turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa) dan Tarmizi Panyang, jajaran Pemerintah Aceh Utara, unsur Forkopimda, unsur TNI-Polri, hingga Komite Peralihan Aceh (KPA). Setelah zikir dan doa Bresma dianjutkan dengan tausiah yang di sampaikan Tgk Zainuddin.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kesepakatan perdamaian yang telah dibangun bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, para ulama, tokoh adat, mantan kombatan, hingga generasi muda.
“Momentum 15 Agustus memiliki nilai historis dan spiritual yang amat mendalam bagi seluruh masyarakat Aceh. Maka seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk memastikan bahwa bangunan perdamaian ini tetap kokoh dan tidak goyah oleh waktu.”tegas Ayahwa
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta bekerja sama membangun Kabupaten Aceh Utara agar lebih maju dan sejahtera di masa depan.
“Perdamaian yang telah dirasakan sejak 15 Agustus 2005 silam bukan sekadar berhentinya suara letusan senjata, melainkan tentang hadirnya keadilan dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Aceh.”harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....