Menjaga Kehormatan Keluarga di tengah Ujian Zaman

  • 16 Sep 2026 12:58 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Menjaga kehormatan keluarga bukan hanya soal hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga bagaimana nilai agama ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah derasnya perkembangan tren dan informasi digital, keluarga Muslim menghadapi tantangan dalam menjaga moral dan batasan berpakaian sesuai ajaran agama.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhadar, S.Th., dalam program Tausiah Sore yang disiarkan RRI Lhokseumawe pada Selasa, 15 September 2026. Ia mengingatkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter serta pemahaman keagamaan seseorang.

Menurut Ustadz Muhadar, salah satu tantangan yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari adalah semakin longgarnya perhatian sebagian masyarakat terhadap ketentuan menutup aurat. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari perkembangan tren mode dan derasnya arus informasi melalui media digital.

“Salah satu fitnah yang kasat mata adalah ketika aturan dalam menutup aurat mulai diabaikan. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat pertama untuk menguatkan iman, rasa malu, dan akhlak,” ujar Ustadz Muhadar.

Ia menjelaskan, lemahnya iman dan berkurangnya rasa malu dapat membuat seseorang lebih mudah mengabaikan nilai-nilai agama. Dalam ajaran Islam, rasa malu dipandang sebagai bagian penting dari akhlak yang dapat menjadi pengingat untuk menjaga kehormatan diri.

Ustadz Muhadar juga mengingatkan agar umat tidak mudah terbawa arus tren berpakaian tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama. Menurutnya, perkembangan mode seharusnya tidak membuat seseorang meninggalkan prinsip yang diyakininya.

“Jangan sampai tren dan mode membuat kita lupa dengan aturan agama. Apa yang sedang populer belum tentu semuanya sesuai dengan tuntunan yang harus kita pegang,” katanya.

Selain pengaruh tren, pendidikan agama di lingkungan keluarga juga dinilai memiliki peran penting. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi perlu memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan agama yang diberikan sejak dini, kata Ustadz Muhadar, dapat membantu anak memahami batasan yang harus dijaga ketika berinteraksi di tengah masyarakat. Keteladanan orang tua juga menjadi bagian penting karena anak cenderung belajar dari apa yang mereka lihat di lingkungan keluarga.

Faktor pergaulan juga menjadi perhatian. Lingkungan sosial yang kurang baik dapat memengaruhi karakter seseorang, terlebih ketika ada tekanan dari teman sebaya untuk mengikuti kebiasaan tertentu.

“Orang tua harus hadir membimbing anak-anaknya. Bukan hanya mengawasi, tetapi juga memberikan keteladanan sehingga anak memiliki pegangan ketika berada di luar rumah,” ungkapnya.

Di akhir tausiahnya, Ustadz Muhadar mengajak untuk lebih aktif membangun suasana keluarga yang religius, saling mengingatkan, dan menjaga kehormatan bersama. Peran tersebut juga perlu didukung oleh lingkungan masyarakat agar pembinaan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga.

Program Tausiah Sore RRI Lhokseumawe rutin mengudara menjelang waktu Magrib, pukul 18.00 WIB melalui Pro 1 RRI Lhokseumawe. Siaran tersebut juga dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube resmi RRI Lhokseumawe Official

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....