Menenangkan Hati dengan Zikir, ketika Dunia Terasa Semakin Sibuk

  • 22 Sep 2026 18:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang larut dalam pekerjaan, urusan keluarga, tuntutan ekonomi, hingga berbagai persoalan kehidupan. Di tengah aktivitas tersebut, menjaga ketenangan hati menjadi hal yang tidak kalah penting. Dalam ajaran Islam, salah satu cara untuk menjaga ketenangan hati adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT atau berzikir.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa ketenteraman hati tidak hanya berkaitan dengan keadaan lahiriah, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kondisi spiritual seseorang.

Zikir dapat dilakukan dalam berbagai keadaan dan tidak selalu membutuhkan waktu khusus. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, istighfar, membaca Al-Qur'an, maupun mengingat kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya zikir dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menggambarkan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat Allah seperti orang hidup dan orang mati. Pesan tersebut menunjukkan bahwa zikir bukan sekadar ucapan yang diulang-ulang, tetapi menjadi salah satu bentuk hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Zikir di Tengah Kesibukan

Kesibukan bukan alasan untuk melupakan Allah. Justru dalam kondisi kehidupan yang penuh tekanan, seseorang membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan mengingat bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak Allah SWT.

Meluangkan waktu beberapa menit untuk beristighfar setelah salat, membaca Al-Qur'an, atau mengucapkan kalimat-kalimat zikir dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu seseorang lebih sadar terhadap hubungannya dengan Allah.

Namun, zikir hendaknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi masalah. Mengingat Allah juga perlu dibiasakan ketika mendapatkan kebahagiaan, kelapangan rezeki, kesehatan, dan berbagai nikmat lainnya.

Bukan Berarti Tanpa Masalah.

Ketenangan hati dalam Islam bukan berarti seseorang tidak akan menghadapi masalah. Setiap manusia tetap akan mengalami ujian, kesedihan, kekecewaan, dan berbagai persoalan kehidupan. Namun, keimanan mengajarkan seseorang untuk menghadapi keadaan tersebut dengan sabar, berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Karena itu, zikir dapat menjadi pengingat agar manusia tidak mudah kehilangan arah ketika menghadapi keadaan yang sulit. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, membangun kebiasaan untuk mengingat Allah dapat menjadi salah satu cara menjaga keseimbangan antara kesibukan dunia dan kebutuhan spiritual.

Pada akhirnya, ketenangan bukan selalu tentang seberapa banyak persoalan yang berhasil dihindari, tetapi bagaimana seseorang menghadapi persoalan tersebut dengan hati yang tetap terhubung kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....