Kiat Mewujudkan Hati Lapang Menurut Ustaz Saifuddin

  • 28 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe — Sikap kelapangan dada atau salamatus sadr merupakan salah satu sifat terpuji yang diajarkan dalam Islam guna menciptakan kedamaian dan ketenteraman hidup bermasyarakat.

Sifat ini menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman serta memelihara tali silaturahmi antarsesama tanpa memandang latar belakang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Saifuddin, Lc., M.H., dalam program Tausiah Sore edisi Minggu, 27 September 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube RRI Lhokseumawe.

Dalam ceramahnya, Ustaz Saifuddin menjelaskan bahwa kunci utama untuk meraih kelapangan hati adalah sikap rida terhadap segala ketetapan dan pemberian Allah SWT.

Sikap rida dinilai mampu membuka pintu keselamatan serta membersihkan jiwa dari penyakit iri, dengki, dan sifat rakus. Dengan menerima takdir secara ikhlas, seorang hamba akan memiliki jiwa yang sejahtera serta selalu siap menghadapi dinamika kehidupan.

Selain rasa rida, upaya menjaga kedamaian hati juga dapat dilakukan dengan menutup rapat pintu perpecahan yang dipicu oleh berita bohong (hoaks) maupun provokasi.

Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menyerap informasi serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang gemar menyebarkan adu domba.

Penggunaan tutur kata yang menyejukkan dan mengayomi menjadi hal penting yang harus diterapkan oleh setiap elemen masyarakat, mulai dari pejabat publik, pendidik, hingga tokoh agama.

Ustaz Saifuddin juga menekankan pentingnya menunaikan hak serta kewajiban kepada sesama manusia tanpa menunda-nunda. Membayar utang tepat waktu, menghindari perbuatan zalim, serta menjaga kehormatan orang lain merupakan kewajiban moral yang harus dipenuhi.

Dalam penyampaian tausiahnya, Ustaz Saifuddin juga mengatakan bahwa kesalahan yang berkaitan dengan harta maupun perasaan sesama hendaknya segera diselesaikan dan dimohonkan maaf sebelum datangnya penyesalan di hari akhir kelak.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar setiap muslim senantiasa mengedepankan prasangka baik (husnuzan) terhadap saudara seiman serta melakukan klarifikasi (tabayun) ketika menerima kabar yang belum pasti keberadaannya.

Berbaik sangka dinilai dapat mencegah timbulnya fitnah serta menjaga keharmonisan di tengah kehidupan sosial. Sikap ini menjadi modal penting dalam membendung maraknya framing negatif yang kerap memicu keretakan hubungan antarwarga.

Kiat terakhir yang disampaikannya untuk memperoleh kelapangan dada adalah dengan membalas keburukan menggunakan kebaikan. Sikap sabar dan mengontrol diri saat menghadapi ujian atau perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain akan mendatangkan ketenangan jiwa.

Mengecilkan masalah besar dan menghilangkan masalah kecil menjadi ajaran penting agar hubungan persaudaraan tetap terjalin dengan erat.

"Seseorang yang memiliki tingkat keridaan yang tinggi kepada Allah, maka hatinya akan semakin sejahtera dan damai.

Oleh karena itu, mari kita tunaikan hak sesama, saling memaafkan, serta membalas keburukan dengan kebaikan agar kita mendapatkan kelapangan hati di dunia dan keselamatan di akhirat," pungkas Ustaz Saifuddin mengakhiri tausiahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....