Tips Menghadapi Anak Fase Toodler
- 15 Sep 2026 11:37 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Fase toddler merupakan masa perkembangan anak yang umumnya terjadi pada usia sekitar 1–3 tahun. Pada tahap ini, anak mulai semakin aktif bergerak, ingin melakukan banyak hal sendiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Tidak jarang, orang tua menghadapi perubahan emosi, keinginan yang sulit ditebak, hingga tantrum.
Agar lebih mudah menghadapi fase ini, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan orang tua:
1. Tetap Tenang Saat Anak Tantrum
Tantrum merupakan salah satu cara anak mengekspresikan emosi karena kemampuan berbicara dan mengendalikan perasaannya masih berkembang. Saat anak tantrum, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak ikut berteriak.
2. Berikan Pillihan Sederhana
Anak toddler mulai memiliki keinginan untuk mandiri. Daripada selalu memberikan perintah, orang tua bisa memberikan dua pilihan sederhana, misalnya, “Mau pakai baju biru atau kuning?” Cara ini dapat membuat anak merasa dilibatkan.
3. Buat Rutinitas Harian
Jadwal yang teratur untuk makan, bermain, tidur, dan aktivitas lainnya dapat membantu anak memahami apa yang akan dilakukan. Rutinitas juga dapat membuat anak merasa lebih aman dan nyaman.
| Baca juga: Pentingnya Kreativitas Anak Muda |
4. Gunakan Bahasa yang Singkat dan Jelas
Anak toddler masih memiliki rentang perhatian yang terbatas. Sampaikan aturan dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami. Hindari memberikan terlalu banyak instruksi sekaligus.
5. Berikan Pujian Saat Anak Melakukan Hal Positif
Ketika anak berhasil mengikuti aturan, merapikan mainan, atau melakukan sesuatu dengan baik, berikan pujian yang spesifik. Misalnya, “Wah, kamu sudah merapikan mainan. Terima kasih, ya.”
6. Alihkan Perhatian dengan Cara Positif
Jika anak mulai rewel karena menginginkan sesuatu yang tidak bisa diberikan, cobalah mengalihkan perhatiannya ke aktivitas lain yang aman dan sesuai usianya.
7. Berikan Waktu Bermain
Bermain merupakan bagian penting dari proses belajar anak. Melalui permainan, anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi.
Menghadapi anak di fase toddler memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Perilaku seperti ingin mandiri, mudah berubah suasana hati, atau mengalami tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan yang perlu dihadapi dengan pendampingan yang tepat. Dengan komunikasi yang baik, rutinitas, batasan yang jelas, dan kasih sayang, orang tua dapat membantu anak melewati fase toddler dengan lebih nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....