Quarter Life Crisis : Bingung Mau Jadi Apa, Wajar atau Harus Dikhawatirkan?

  • 15 Agt 2026 19:50 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Quarter life crisis menjadi salah satu fase yang cukup sering dialami anak muda ketika mulai memasuki usia dewasa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya kebingungan mengenai masa depan, karier, pendidikan, hubungan, hingga pertanyaan sederhana seperti “sebenarnya saya mau jadi apa?”. Di tengah tuntutan untuk segera sukses, memiliki pekerjaan mapan, dan mencapai target tertentu, tidak sedikit anak muda yang justru merasa tertinggal dibandingkan orang-orang di sekitarnya.

Dalam live program Jaga Malam, Jangan Galau Malam-Malam, di 95, 2 RRI Pro 2 Fm Lhokseumawe, Eghi Poetra menjelaskan bahwa perasaan bingung tersebut sebenarnya tidak selalu berarti seseorang gagal dalam menjalani hidup. Quarter life crisis dapat menjadi momentum untuk mengenali kembali minat, kemampuan, nilai-nilai pribadi, serta tujuan yang ingin dicapai. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda sehingga tidak tepat jika kehidupan terus-menerus dibandingkan dengan pencapaian teman, saudara, atau orang lain di media sosial. Apa yang terlihat sebagai kesuksesan orang lain belum tentu menggambarkan seluruh proses dan perjuangan yang mereka jalani.

Untuk melewati fase tersebut, anak muda dapat mulai dengan menentukan langkah kecil yang realistis. Mencoba pengalaman baru, mengikuti pelatihan, membangun keterampilan, berdiskusi dengan orang yang dipercaya, atau mengevaluasi kembali pilihan pendidikan dan pekerjaan bisa menjadi cara untuk menemukan arah. Tidak harus langsung mengetahui seluruh tujuan hidup; terkadang seseorang justru menemukan passion dan potensinya setelah berani mencoba berbagai hal.

Quarter life crisis bukan tanda bahwa masa depan telah berakhir, melainkan sebuah fase untuk berhenti sejenak dan memahami diri sendiri. Kebingungan mengenai masa depan merupakan hal yang dapat terjadi dalam proses pendewasaan. Yang terpenting adalah tidak menyerah, terus belajar, dan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang. Sebab, perjalanan menemukan “mau jadi apa” tidak selalu harus berlangsung cepat, tetapi harus dijalani dengan kesadaran, keberanian, dan keyakinan terhadap proses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....