Olahraga dan Hobi Bisa Bantu Anak Redakan Stres

  • 03 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Bukan cuma orang dewasa yang bisa merasa stres. Anak-anak juga bisa mengalaminya, misalnya karena tugas sekolah yang menumpuk, masalah dengan teman, atau perubahan di lingkungan sekitar. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa membuat anak menjadi lebih mudah marah, murung, atau kehilangan semangat melakukan aktivitas.

Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi anak waktu untuk bermain dan melakukan kegiatan yang mereka sukai. Bersepeda, bermain bola, menggambar, membaca, atau sekadar bermain bersama teman bisa menjadi pilihan. Kemenkes RI melalui laman Ayo Sehat menyebut olahraga dan melakukan hobi sesuai minat sebagai salah satu cara yang bisa membantu seseorang mengelola stres.

Bermain juga bukan sekadar mengisi waktu luang. Anak bisa belajar bersosialisasi, mengekspresikan diri, sekaligus menikmati waktu bersama orang lain. UNICEF Indonesia menjelaskan bahwa bermain, beraktivitas bersama teman, berolahraga, hingga melakukan latihan relaksasi dapat membantu anak menghadapi stres. Jadi, orang tua tidak perlu khawatir ketika anak ingin meluangkan waktu untuk bermain, selama kegiatannya tetap aman dan seimbang.

Yang tak kalah penting, jangan sampai jadwal anak terlalu penuh. Sekolah, les, kegiatan tambahan, bermain, dan istirahat perlu mendapat porsi yang seimbang. Anak tetap membutuhkan waktu untuk santai tanpa harus terus-menerus mengejar aktivitas.

Orang tua juga bisa ikut terlibat. Tidak harus dengan kegiatan yang mahal atau rumit. Jalan santai sore, bermain di halaman, membaca buku bersama, atau sekadar ngobrol dan mendengarkan cerita anak sudah bisa menjadi momen yang berarti.

Selain itu, tidur yang cukup, makanan bergizi, dan komunikasi yang terbuka juga penting. Jika anak mulai menunjukkan perubahan perilaku yang terus berlangsung, seperti sering murung, mudah marah, menarik diri, sulit tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya tidak mengabaikannya dan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental.

Dengan memberi anak kesempatan untuk bermain, bergerak, menjalani hobi, dan bercerita, orang tua membantu mereka belajar menghadapi tekanan dengan cara yang lebih sehat. Kadang, hal sederhana seperti bermain bersama dan menyediakan waktu untuk mendengarkan justru bisa berarti besar bagi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....