Rawat Sejarah dan Peradaban Aceh

  • 11 Sep 2026 15:01 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Aceh Utara - Pembangunan Masjid Besar Sulthan Malikussaleh di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak sekadar membangun sebuah tempat ibadah. Masjid yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Samudera Pasai tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga warisan sejarah, agama dan peradaban Aceh untuk generasi mendatang.

Karena itu, masyarakat Aceh dan seluruh umat Islam diajak ikut mengambil bagian dalam pembangunan masjid tersebut melalui dukungan dan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing.

Pengurus BKM Masjid Besar Sulthan Malikussaleh, Tgk. Dr. Bukhari, M.H., CM, mengatakan pembangunan masjid ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik. Menurutnya, keberadaan masjid tersebut berada dalam lingkungan sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Samudera Pasai dan sosok Sultan Malikussaleh sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Islam dan pemerintahan Islam di Nusantara.

Membangun masjid ini bukan hanya mendirikan bangunan, tetapi ikut menjaga jejak sejarah, agama dan peradaban Aceh. Setiap orang yang membantu, insyaallah menjadi bagian dari upaya merawat warisan yang memiliki nilai sejarah bagi Aceh bahkan bagi peradaban dunia, ujar Tgk. Dr. Bukhari. Jumat 12 September 2026.

Menurutnya, masjid merupakan pusat kehidupan umat. Karena itu, pembangunan Masjid Besar Sulthan Malikussaleh diharapkan tidak berhenti sebagai tempat pelaksanaan salat, tetapi ke depan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan keislaman, pendidikan, sosial dan kebudayaan masyarakat.

Ajakan berdonasi tersebut terbuka bagi siapa saja, baik masyarakat Aceh, perantauan, dunia usaha, lembaga, komunitas maupun umat Islam dari berbagai daerah. Sumbangan tidak harus dalam jumlah besar karena pembangunan rumah Allah dapat dilakukan secara bersama-sama.

Jangan melihat besar kecilnya sumbangan. Yang penting adalah keikhlasan dan kepedulian. Ada yang mampu menyumbang besar, silakan. Ada yang hanya mampu sedikit, tetap sangat berarti. Ketika banyak tangan ikut membantu, insyaallah pembangunan ini akan menjadi amal bersama," katanya.

Masjid tersebut juga diharapkan mampu memperkuat identitas Kecamatan Samudera sebagai kawasan yang memiliki akar sejarah penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Jejak Samudera Pasai bukan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat masa kini.

Tgk. Dr. Bukhari menilai pembangunan masjid sekaligus menjadi momentum untuk menghubungkan generasi sekarang dengan sejarah yang diwariskan para pendahulu.

Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal Malikussaleh dari buku sejarah, tetapi tidak melihat bagaimana kita hari ini merawat peninggalan dan semangat peradabannya. Salah satu caranya adalah membangun dan memakmurkan masjid yang berada di kawasan sejarah ini," ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pembangunan Masjid Besar Sulthan Malikussaleh sebagai gerakan bersama. Sebab, menjaga sejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengurus masjid, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Kalau kita ingin Aceh tetap dikenal sebagai salah satu daerah penting dalam sejarah perkembangan Islam dan peradaban dunia, maka warisan sejarah itu harus kita rawat. Salah satunya dengan memakmurkan masjid dan membangun pusat peradaban di kawasan Samudera," tuturnya.

Pengurus BKM berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pembangunan sehingga masjid tersebut nantinya dapat digunakan secara optimal sebagai rumah ibadah sekaligus pusat kegiatan umat.

Mari bersama membangun Masjid Besar Sulthan Malikussaleh. Karena satu rupiah yang disumbangkan hari ini bukan hanya untuk sebuah bangunan, tetapi untuk ibadah, sejarah dan masa depan peradaban Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....