Al-Qur’an dan Iqra Jadi Magnet Pengunjung Stan DSI Aceh Utara
- 08 Sep 2026 16:40 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara — Di tengah ramainya stan kuliner dan UMKM pada rangkaian Milad ke-800 Aceh Utara/Samudera Pasai, Stan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Utara justru menarik perhatian masyarakat dengan nuansa religi.
Stan yang berada di kawasan Landing, Lhoksukon, tersebut dipadati warga yang ingin mendapatkan Al-Qur’an dan Iqra yang disediakan oleh DSI Aceh Utara.
Ratusan Al-Qur’an dan Iqra dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati 800 tahun Aceh Utara/Samudera Pasai.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan berlangsung. Warga rela mengantre di bawah terik matahari untuk mendapatkan Al-Qur’an maupun Iqra yang tersedia di stan tersebut.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos., mengatakan mekanisme untuk mendapatkan Al-Qur’an dan Iqra tersebut cukup sederhana.
Masyarakat hanya diminta mengisi buku tamu dan daftar penerimaan sebagai bagian dari tertib administrasi.
“Alhamdulillah, ratusan Al-Qur’an dan Iqra kami bagikan kepada masyarakat. Mekanismenya sederhana, tamu cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan sebagai bentuk tertib administrasi. Tidak ada pungutan atau persyaratan lainnya,” ujar Hadaini, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi DSI Aceh Utara. Warga bahkan rela mengantre dan berpanas-panasan demi membawa pulang Al-Qur’an dan Iqra.
Hadaini menilai antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan pendidikan membaca Al-Qur’an masih sangat kuat.
“Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat. Insyaallah, jika memungkinkan dan sesuai dengan stok yang tersedia, kegiatan pembagian Al-Qur’an dan Iqra seperti ini akan terus kita laksanakan,” katanya.
Ia berharap Al-Qur’an dan Iqra yang diterima masyarakat tidak hanya disimpan di rumah, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membaca, mempelajari dan memahami Al-Qur’an.
Menurut Hadaini, momentum 800 tahun Samudera Pasai juga dapat menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan peradaban Islam yang pernah berkembang di wilayah Aceh Utara.
“Momentum 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam. Mudah-mudahan Al-Qur’an dan Iqra yang kita bagikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Rangkaian Milad ke-800 Aceh Utara berlangsung pada 7–13 September 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing.
Perhelatan tersebut turut diramaikan ratusan stan dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, BUMS, UMKM hingga pelaku usaha lainnya.
Di tengah keberagaman stan tersebut, pembagian Al-Qur’an dan Iqra di Stan DSI Aceh Utara menjadi salah satu kegiatan yang mencuri perhatian. Kehadiran bahan bacaan keagamaan itu tidak hanya menghadirkan nuansa religi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....