Operasi Katarak Gratis Klinik Mata Bireuen Bantu Warga yang Terdampak Banjir
- 05 Agt 2026 10:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Bireuen - Klinik Mata Bireuen terus melaksanakan program operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari kegiatan sosial menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Rohani Hasan, korban banjir Aceh yang rumahnya terdampak bencana beberapa waktu lalu. Rohani menjalani operasi katarak pada Jumat 31 Juli 2026 lalu setelah sebelumnya mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Meski kini tinggal bersama anaknya di Aceh Besar, rumah miliknya di Kabupaten Bireuen menjadi salah satu yang terdampak banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Klinik Mata Bireuen, Zarizatun Fauza, A.Md.RO, mengatakan program operasi katarak gratis telah dimulai sejak Juli 2026 dan akan terus berlanjut hingga September mendatang.
"Kegiatan ini sudah kami mulai dari Juli, kemudian berlanjut pada Agustus, dan nanti September akan kembali kami laksanakan. Selama tiga bulan ini kami terus melakukan kegiatan sosial, khususnya dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Menurut Zarizatun, sejak Klinik Mata Bireuen beroperasi pada September 2025, program operasi katarak gratis ini merupakan kegiatan sosial pertama yang digelar. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk menjalani operasi. Ia menjelaskan, tingginya angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Bireuen menjadi salah satu alasan klinik menginisiasi kegiatan tersebut. Terlebih, hingga saat ini Klinik Mata Bireuen belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Dengan adanya operasi katarak gratis ini kami ingin membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya operasi katarak, tanpa harus memikirkan biaya," katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut, lanjut Zarizatun, cukup tinggi. Pendaftar tidak hanya berasal dari Kabupaten Bireuen, tetapi juga dari Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, hingga Aceh Utara. Seluruh calon pasien terlebih dahulu menjalani proses skrining untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum ditetapkan sebagai peserta operasi.
Sebelum melaksanakan operasi gratis, Klinik Mata Bireuen juga aktif melakukan edukasi kesehatan mata melalui kegiatan skrining di sejumlah klinik dan desa. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan menggunakan bahasa daerah agar pesan mengenai pentingnya kesehatan mata lebih mudah dipahami.
"Kami turun langsung ke desa-desa untuk melakukan edukasi dan skrining. Pendekatannya menggunakan bahasa daerah sehingga masyarakat lebih mudah menerima informasi," ujarnya.
Selama memberikan pelayanan, pihaknya juga menemukan berbagai kisah masyarakat yang berjuang untuk mendapatkan kembali penglihatannya. Bahkan ada pasien yang rela menabung agar bisa menjalani operasi di Klinik Mata Bireuen.
Sementara itu, Rohani Hasan menjadi salah satu pasien yang diprioritaskan dalam program sosial tersebut karena kondisi ekonomi dan musibah yang dialaminya. Setelah menjalani operasi, diharapkan penglihatannya dapat kembali pulih sehingga bisa beraktivitas secara normal.
Zarizatun berharap kegiatan sosial tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mata sejak dini. Menurutnya, katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat, melainkan hanya melalui tindakan operasi.
"Kami berharap masyarakat Bireuen semakin peduli terhadap kesehatan mata. Jangan menunggu sampai penglihatan hilang. Lakukan pemeriksaan sejak dini karena katarak hanya bisa ditangani melalui operasi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....