Goes to Campus BPJS Kesehatan Lhokseumawe Menggelar Kuliah Umum

  • 23 Jun 2026 12:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe kembali menggelar kegiatan kuliah umum melalui agenda BPJS Kesehatan Goes to Campus. Kali ini, sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan di Gedung TDC, Lantai 2 Politeknik Negeri Lhokseumawe.Jumat 19 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari seratus mahasiswa Politeknik dari berbagai jurusan yang antusias mendengarkan pemaparan dengan tema “JKN milik bersama, melayani dengan hati untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat,dan setara.”

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Rita Masyita Ridwan, dalam paparannya sebagai narasumber menjelaskan secara mendalam mengenai Program JKN dan peran BPJS Kesehatan dalam transformasi layanan kesehatan, bagaimana jaminan kesehatan ini berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat.

Rita menegaskan bahwa selaku penyelenggara program, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Transformasi layanan JKN, menurutnya, bukan sekadar diluncurkan, tetapi harus dipantau dan ditingkatkan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Pelayanan kesehatan tidak lagi cukup sekadar tersedia, tetapi harus bertransformasi menjadi layanan yang adaptif, unggul, dan berorientasi pada kepuasan peserta,” ujar Rita.

Ia juga menjelaskan tiga pilar utama yang dijalankan BPJS Kesehatan, yaitu konsep gotong royong yang memberi manfaat bagi ratusan juta penduduk Indonesia, penyediaan akses pelayanan kesehatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat, serta perlindungan finansial agar masyarakat tidak terbebani biaya kesehatan secara berlebihan.

Rita turut memperkenalkan sejumlah inovasi digital BPJS Kesehatan, di antaranya Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan administrasi secara daring. Melalui aplikasi ini, peserta dapat melakukan pendaftaran, penambahan anggota keluarga, pengecekan status kepesertaan, informasi lokasi fasilitas kesehatan, hingga perubahan fasilitas kesehatan tanpa perlu datang ke kantor layanan.

“Harapannya para mahasiswa dapat memanfaatkan kemudahan yang tersedia pada fitur-fitur aplikasi, sehingga layanan dapat diakses dengan lebih praktis hanya melalui telepon genggam,” jelasnya.

Selain aplikasi, Rita juga memaparkan berbagai kanal layanan administrasi non-tatap muka yang dapat digunakan peserta, seperti BPJS Kesehatan Care Center 165, serta layanan melalui layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165 dan VIOLA (Virtual Office Pelayanan Peserta).

“Melalui kanal-kanal layanan ini, baik tatap muka maupun non-tatap muka, diharapkan peserta tak lagi kesulitan mendapatkan informasi-informasi pelayanan Kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan JKN, generasi muda dapat mengoptimalkan layanan yang lebih mudah, dan cepat,” tambah Rita.

Menutup paparannya, Rita memberikan pesan dan mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga dan mengawal bersama Program JKN sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan untuk masa depan bangsa yang lebih baik.

"JKN milik kita bersama. Bersama kita harus saling melindungi, mengedepankan upaya promotif preventif. Program ini hadir untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus khawatir akan biaya. Kami berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat menjadi agen perubahan yang turut berperan aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta JKN yang aktif. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat jiwa dan raga, sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera," Tutup Rita.

Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe, Jamaluddin, yang turut membuka acara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BPJS Goes to Campus sebagai wadah edukasi bagi mahasiswa mengenai pentingnya jaminan kesehatan.

Kegiatan BPJS Goes to Campus merupakan langkah positif dalam membangun sinergi dan kolaborasi dengan civitas akademik, meningkatkan peran dan literasi mahasiswa tentang pentingnya perlindungan kesehatan melalui program jaminan kesehatan.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami apa itu program JKN, tetapi juga dapat menjadi agen informasi yang mampu menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada keluarga terdekat dan masyarakat. Sinergi antara dunia pendidikan dan BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli, sehat, dan memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....