58 Huntara Rusak Diterjang Angin, Rehabilitasi Segera Dimulai

  • 05 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CI.ID, Aceh Utara : Sebanyak 58 unit hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang beberapa hari lalu dipastikan akan segera diperbaiki. Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait telah mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan yang terjadi.

Berdasarkan hasil pendataan, kerusakan yang terjadi terdiri atas 11 unit kategori rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 27 unit rusak ringan. Seluruh unit yang terdampak telah masuk dalam agenda rehabilitasi sesuai kewenangan masing-masing instansi yang membangunnya.

Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait telah dilakukan untuk memastikan proses perbaikan dapat segera berjalan.

“Penanganan sudah mulai dipersiapkan. Prioritas utama saat ini adalah menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat yang terdampak,” ujar Safrizal, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum akan direhabilitasi oleh kementerian tersebut, sedangkan unit yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan diperbaiki oleh BNPB.

Safrizal menjelaskan, Menteri Pekerjaan Umum telah menginstruksikan jajaran teknis di lapangan agar segera melakukan perbaikan pada huntara yang menjadi tanggung jawab kementeriannya. Langkah serupa juga akan dilakukan BNPB melalui unsur kedaruratan untuk menangani huntara yang berada di bawah kewenangan lembaga tersebut.

Selain menyebabkan kerusakan pada puluhan huntara, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Langkahan juga berdampak pada dua unit musala. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga penghuni huntara telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko lanjutan.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk. Peringatan dini dari BMKG menunjukkan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh hingga beberapa hari ke depan, termasuk Kabupaten Aceh Utara.

Safrizal menegaskan rehabilitasi huntara akan dipercepat bersamaan dengan upaya penyelesaian pembangunan hunian tetap. Dengan demikian, warga terdampak bencana diharapkan dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih aman dan permanen.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....