Puluhan Huntara di Langkahan Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang

  • 03 Jun 2026 16:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Sebanyak 58 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, porak-poranda dihantam angin kencang disertai hujan deras pada Selasa, 2 Juni 2026 sore.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, peristiwa tersebut menyisakan trauma mendalam bagi warga. Kehilangan tempat tinggal untuk kedua kalinya dalam setahun menjadi kenyataan pahit yang harus mereka telan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang masih dibayangi trauma banjir besar pada November 2025 lalu.

Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan deras berdurasi cukup lama yang disertai angin kencang. Akibat kejadian tersebut, puluhan Huntara dan satu unit mushola mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.

"Dari 58 unit bangunan Huntara yang terdampak, kerusakan tersebar di empat titik. Kerusakan terparah berada di Gampong Rumoh Rayeuk. Dari total 36 unit di sana, 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan. Semua Huntara di gampong tersebut dibangun oleh BNPB," jelas T. Reza, Rabu, 3 Juni 2026.

Reza merincikan sebaran dampak kerusakan di tiga desa lainnya, Desa Langkahan, 5 unit Huntara (sumber dana BNPB) mengalami rusak ringan, kemudian di Desa Buket Linteung (Dusun Leubok Meuku), 7 unit Huntara dan 1 unit mushola (sumber dana Kementerian PU) mengalami rusak berat.

"Desa Geudumbak, ada10 unit Huntara (sumber dana Insitu) terdampak, dengan rincian 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan. Terkait peristiwa ini, kami sudah melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui BPBD. Bagi warga yang Huntaranya mengalami rusak berat, untuk sementara waktu akan didirikan tenda darurat di lokasi tersebut,"jelasnya T. Reza.

Sementara Geuchik Rumoh Rayeuk A'kthaillah menyebutkan, warga yang Huntara rusak berat dan sedang saat ini sudah mengungsi ke huntara keluarganya. Dalam peristiwa tersebut ada tiga anak yang mengalami luka ringan akibat terkena material.

"Kami mohon kepada pemerintah pusat adanya tindakan cepat dari pemerintah pusat untuk memperbaiki tempat tinggal kami yang sudah rusak akibat diterjang angin dan memberikan kejelasan terkait bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang belum pernah kami rasakan pasca banjir,"harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....