Peringatan agar Tidak Lalai dari Zikir kepada Allah

  • 01 Mei 2026 14:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Mungkin tidak banyak yang sering mengkaji makna terdalam pada tiap-tiap ayat suci Al-Quran.

Dalam khotbah Jum'at 1 Mei 2026 di mesjid Baiturrahman kota Lhokseumawe, ustad Irwanto Akur memaparkan dengan jelas kandungan surat dalam Al-Qur’an yang penuh pelajaran salah satunya adalah Al-Qur'an surat Thaha ayat 124.

Dimana ayat tersebut menjelaskan tentang peringatan Allah SWT kepada manusia yang berpaling dari petunjuk dan mengabaikan zikir kepada-Nya. Dalam ayat itu disebutkan bahwa siapa saja yang berpaling dari peringatan Allah, maka baginya kehidupan yang sempit dan akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta. Kandungan ayat ini menjadi pengingat penting agar manusia tidak menjauh dari nilai-nilai agama di tengah kehidupan modern saat ini.

Para ulama menjelaskan pula bahwa kehidupan yang sempit dalam ayat tersebut bukan hanya berkaitan dengan kekurangan harta, tetapi juga hilangnya ketenangan hati dan rasa syukur dalam hidup. Banyak orang terlihat berkecukupan secara materi, namun tetap merasa gelisah, cemas, dan tidak bahagia karena jauh dari petunjuk Allah SWT. Oleh sebab itu, memperbanyak ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu jalan untuk memperoleh ketenangan jiwa dan keberkahan hidup.

Di kalangan generasi muda, pesan dari surat Thaha ayat 124 dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Arus media sosial, gaya hidup berlebihan, hingga kesibukan dunia sering membuat seseorang lalai terhadap kewajiban agama. Tokoh agama mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat manusia melupakan hubungan dengan Sang Pencipta. Justru di tengah tantangan zaman, nilai spiritual harus semakin diperkuat agar kehidupan tetap terarah dan penuh makna.

Melalui kandungan surat Thaha ayat 124, umat Islam diajak untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ayat ini juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari kemewahan dunia, tetapi dari ketenangan hati dan ketaatan kepada Allah.

Dengan memahami dan mengamalkan isi kandungan ayat tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih damai, bersyukur, dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....