Menyiapkan Diri Menghadapi Kematian Melalui Bekal Amal Saleh

  • 13 Agt 2026 07:12 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kematian merupakan takdir yang pasti dan tidak dapat dihindari oleh setiap manusia dalam kehidupan di dunia. Kehidupan di alam fana ini hanyalah bersifat sementara, di mana setiap jiwa lambat laun pasti akan mengalami akhir dari perjalanan fisiknya.

Ustad Saifullah M.Yusuf dalam pemaparannya pada acara Mutiara Pagi RRI Lhokseumawe, Kamis 13 Agustus 2026 menegaskan, Bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa, peristiwa kematian bukan sekadar akhir kehidupan, melainkan pintu gerbang menuju kebahagiaan hakiki di akhirat. Alam barzakh tidak memandang status kehormatan maupun keturunan seseorang, melainkan hanya menerima bekal amal saleh yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan.

Manusia yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengevaluasi diri serta mempersiapkan bekal ibadah sebelum ajal menjemput. Sebaliknya, manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, sehingga bersegera melakukan taubat nasuha menjadi kewajiban mutlak.

Salah satu langkah taubat yang amat penting adalah memperbaiki dan menjaga ibadah salat serta senantiasa bertawakal penuh kepada Allah. Dengan mengingat kematian secara konsisten, seorang hamba akan terdorong untuk senantiasa bersemangat dalam memperbanyak amal ibadah.

Mengingat kematian juga membentengi diri dari berbagai hukuman spiritual yang merugikan kehidupan manusia di dunia. Orang yang melupakan kematian cenderung menunda-nunda taubat, memiliki panjang angan-angan, serta lalai dalam melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, dunia harus dijadikan sebagai tempat bercocok tanam yang hasilnya akan dipanen kelak di akhirat.

Setiap niat, ucapan, dan perbuatan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah serta dicatat secara cermat oleh para malaikat.

Pada akhirnya, kesadaran akan hadirnya kematian hendaknya menggerakkan setiap muslim untuk terus meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Melalui ketaatan yang konsisten dan pembenahan diri secara terus-menerus, manusia dapat meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Memperbanyak kebaikan tanpa menunda waktu adalah kunci keselamatan di alam kubur maupun di akhirat kelak. Semoga kehidupan yang dijalani saat ini senantiasa dipenuhi dengan keberkahan dan amalan yang diridai-Nya,"tutup Ustadz Saifullah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....