BMKG Malikussaleh: Cuaca Terik dan Waspada Titik Panas
- 24 Feb 2026 11:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca terik dan potensi titik panas (hotspot) yang mulai muncul di sejumlah wilayah Aceh.
Dalam wawancara di program Pro 1 RRI Lhokseumawe, Selasa 24 Februari 2026 pukulP 08.00 WIB, Prakirawan BMKG Malikussaleh, Ricky Nadiansyah, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan satelit, cuaca sepanjang pagi hingga sore hari diprediksi cukup menyengat.
Suhu udara di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya diperkirakan mencapai 30 hingga 31 derajat Celcius. Kondisi cerah berawan ini merata di beberapa wilayah, meliputi Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Timur, Bireuen, hingga Bener Meriah.
Terkait kondisi perairan, Ricky menjelaskan bahwa tinggi gelombang laut saat ini masih tergolong aman bagi aktivitas nelayan.

"Ketinggian gelombang berkisar antara 0 hingga 1 meter dengan kecepatan angin 2 sampai 12 km/jam di pesisir, sementara di lepas pantai mencapai 4 hingga 20 km/jam. Namun, kami tetap meminta nelayan menyiapkan alat keselamatan selama pelayaran," ujar Ricky.
Hal yang perlu menjadi perhatian serius adalah kemunculan 35 titik panas di seluruh Aceh, termasuk satu titik dengan tingkat kepercayaan sedang di Aceh Utara. Fenomena ini diperparah dengan tingkat kelembaban udara yang tinggi khas iklim tropis, yakni mencapai 75 hingga 95%.
BMKG memberikan peringatan keras kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Kami mengimbau warga, khususnya di Aceh Utara, untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Jika memang harus dilakukan, pastikan diawasi ketat dan jangan ditinggalkan begitu saja agar tidak meluas," tegasnya.
Mengingat saat ini masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tengah cuaca yang panas, Ricky menitipkan pesan kesehatan agar kondisi fisik tetap terjaga.
Cukupi kebutuhan cairan: Minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka.
Cegah Dehidrasi: Hindari paparan matahari langsung jika tidak mendesak.
Jaga Imunitas: Konsumsi asupan bergizi agar sistem kekebalan tubuh tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.
"Saat ini kondisi panas cukup menyengat. Bagi yang menjalankan ibadah puasa, jaga kesehatan dengan pola minum yang benar agar tidak dehidrasi," tutup Ricky di akhir wawancara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....