PRR Aceh Bergerak Cepat, Infrastruktur Pulih dan Harapan Bangkit

  • 12 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Aceh mulai menunjukkan hasil nyata. Infrastruktur yang sempat lumpuh akibat bencana kini kembali berfungsi, membuka akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Jalan yang sebelumnya rusak kini kembali menghubungkan desa-desa dengan wilayah perkotaan. Sementara itu, sekolah-sekolah yang terdampak bencana telah kembali digunakan sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah terus mengawal percepatan pemulihan di berbagai daerah terdampak di Aceh agar masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana.

Menurut Safrizal, program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pemulihan bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga mengembalikan harapan, rasa aman, dan optimisme masyarakat untuk menata kehidupan yang lebih baik,” ujar Safrizal, Kamis 11 Juni 2026.

Melalui pembangunan hunian tetap (huntap), perbaikan infrastruktur dasar, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi, Satgas PRR berupaya memastikan proses pemulihan berlangsung secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, pembangunan hunian tetap terus mengalami kemajuan signifikan. Dari 40 lokasi yang diusulkan, sebanyak 37 lokasi telah dinyatakan siap dibangun. Program tersebut menjadi harapan besar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda akhir tahun 2025.

Selain hunian tetap, pemerintah juga terus mempercepat rehabilitasi jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan berbagai sarana publik lainnya guna mendukung aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Dampak positif dari proses pemulihan mulai dirasakan warga. Ahmat Amin, salah seorang warga Kabupaten Bireuen, mengaku pembangunan yang dilakukan pemerintah telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekarang akses ke kota lebih mudah, anak-anak bisa bersekolah di gedung yang layak, dan kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha. Ini perubahan yang sangat berarti bagi kami,” katanya.

Dengan dukungan berbagai pihak, program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) di Aceh diharapkan mampu mempercepat kebangkitan daerah terdampak bencana sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....