Dari Kelapa ke Banyak Produk, Membuka Jalan Baru bagi IKM Malra
- 23 Sep 2026 07:53 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Kelapa sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Tenggara. Pohonnya tumbuh di banyak wilayah, buahnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sementara hasilnya menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Namun, sebagian hasil kelapa masih meninggalkan daerah dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi. Kopra menjadi salah satu contohnya. Ketika harga mengikuti pergerakan pasar global, ruang keuntungan yang bisa dinikmati masyarakat di tingkat lokal pun ikut terbatas.
Di titik inilah pengolahan kelapa menjadi produk turunan membuka cerita berbeda.
Bukan hanya daging buah yang dimanfaatkan, tetapi juga air, tempurung, serabut, hingga bagian lain yang sebelumnya mungkin belum diolah secara maksimal. Kelapa dapat berubah menjadi VCO, minyak goreng, tepung kelapa, nata de coco, maupun produk turunan lainnya.
Gagasan itu mulai diperkenalkan kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Maluku Tenggara melalui Pendampingan Teknis Produksi bagi IKM Olahan Kelapa yang digelar Kementerian Perindustrian, 22–25 September 2026.
Sebanyak 20 peserta mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Setelah memperoleh pembekalan mengenai kewirausahaan, pembukuan sederhana, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan perizinan melalui Online Single Submission (OSS), peserta masuk ke tahapan yang lebih praktis.
Selama tiga hari, peserta belajar langsung mengolah kelapa menjadi berbagai produk. VCO, minyak goreng kelapa, tepung kelapa, tepung belondo, dan nata de coco menjadi bagian dari materi praktik.
Kabag Program dan Kerja Sama Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Anindita Rumanti, menyebut materi tersebut diberikan untuk membuka pilihan usaha bagi pelaku IKM.
“Harapannya nanti bisa membantu diversifikasi dari produk-produk yang sudah Bapak Ibu lakukan selama ini,” ujar Anindita saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan kegiatan di Aurelia Hotel Kimson, Langgur, Selasa (22/9/2026).
Bagi pengembangan IKM, kemampuan menghasilkan produk baru merupakan satu langkah. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dapat diproduksi secara konsisten, memenuhi standar, memiliki legalitas, dan menemukan pasar.
Karena itu, pendampingan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada keterampilan membuat produk. Peserta juga difasilitasi memperoleh sertifikat pelatihan serta penerbitan atau perluasan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga melihat pengolahan kelapa sebagai bagian dari upaya memperbesar manfaat ekonomi komoditas lokal. Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam saat membacakan sambutan Bupati menyebut kelapa sebagai “pohon kehidupan” karena hampir seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi.
“Pohon kelapa sering kita sebut sebagai pohon kehidupan karena seluruh bagiannya bernilai ekonomis. Mulai dari serabutnya, batoknya, isinya, sampai airnya, semua bisa diolah,” kata Viali.
Menurut Viali, pemanfaatan kelapa harus bergerak dari sekadar menjual bahan mentah menuju produk siap pakai dengan nilai jual yang lebih tinggi. VCO, minyak kelapa, kerajinan tempurung, dan berbagai produk turunan lainnya menjadi peluang yang dapat dikembangkan masyarakat.
Dari sebuah kelapa, kini terbuka kemungkinan lahir lebih dari satu jenis produk. Tantangannya adalah memastikan keterampilan yang diperoleh di ruang pelatihan benar-benar berlanjut menjadi kegiatan produksi dan usaha yang mampu bertahan.
Jika proses itu berjalan, kelapa tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas yang dijual setelah dipanen. Ia dapat menjadi bahan baku bagi usaha kecil yang mengolah, mengemas, memasarkan, dan menikmati lebih banyak nilai ekonomi di daerah sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....